KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Bidang PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) turut menanamkan minat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Hal ini dipertegas langsung oleh Kadisdikbud Kutim, Mulyono yang mengatakan dalam menumbuhkan kesadaran siswa – siswi untuk mencintai mata pelajaran IPS terus ditanamkan secara berkelanjutan.
“Adapun upaya – upaya tersebut kita lakukan melalui berbagai pembekalan baik turut menyosialisasikannya,” terangnya.
Mulyono mengungkapkan salah satu langkah yang pernah dilakukan Dinasnya melalui sosialisasi strategi peningkatan minat belajar pada mata pelajaran IPS (ilmu pengetahuan sosial) dengan model hypnoteaching, yang dilangsungkan pelaksanaanya di gedung pertemuan SDN 002 Sangatta Utara. “Dengan harapan mampu membekali guru agar nantinya bisa menciptakan proses pembelajaran terasa lebih mengasyikan dan menyenangkan, sehingga bisa menjadi salah satu strategi peningkatan minat belajar pada mata pelajaran IPS dengan menghadirkan pendekatan Model Hypnoteaching,” jelas Mulyono.
Saat kegiatan berlangsung Mulyono saat diwawancarai terpisah Senin (3/7/2023) mengungkapkan ada tiga materi untuk memberikan penguatan kompetensi guru dalam memahami hypnoteaching, yaitu materi ; Human Capital Dalam Perspektif Dunia Pendidikan yang dibawakan oleh Abdul Jalil, SE, MM. Penguatan Kompetensi Guru dalam Manjemen Kelas yang dibawakan oleh Dr. Jamaludin, M.Pd. dan Model Pembelajaran Hypnoteaching yang dibawakan oleh Abbas Husaini, M.Pd. Ch. C.Ht.
Diketahui, Model Pembelajaran Hypnoteaching adalah Seni berkomunikasi dalam proses pengajaran dengan cara mengekplorasi alam bawah sadar sehingga anak didik menjadi fokus, relaks, dan sugestif dalam menerima materi pelajaran yang diberikan. Kata hypnoteaching merupakan paduan dari dua kata yaitu hipnosis dan teaching, hipnosis berarti mensugesti dan teaching berarti mengajar. Dalam hal ini guru bertindak sebagai penghipnotis dan anak didik berperan sebagai orang yang dihipnotis. Guru tidak perlu menidurkan anak didik ketika melakukan hypnoteaching, tetapi cukup memberikan bahasa yang persuasif dalam berkomunikasi dengan anak didik dan memahami pola kerja pikiran anak didik yang sebenarnya sehingga apa yang dikomunikasikan oleh guru sesuai dengan harapan anak didik.
Pada kesempatan itu pula tampak hadir pejabat esselon III dan IV dinas pendidikan kabupaten Kutai timur dan seluruh undangan termasuk Kepala UPT Pendidikan wilayah Kecamatan Sangatta Utara, koordinator Pengawas, ketua MKKS SMP serta ketua MGMP IPS (ilmu pengetahuan sosial).(adv/Diskominfo Staper Kutim)






