Diskominfo Staper Kutim Angkat Bukit Pelangi Kawasan Dimensi Smart Living Integrited Garden

KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Terobosan terus dilakukan dan tingkatkan oleh Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur. Lantas inovasi terbaru apa yang digadang Diskominfo Staper Kutim?

Menanggapi akan hal itu, Kepala Diskominfo Staper Kutim Ery Mulyadi mengatakan, Rabu (14/6/2023), sejauh ini OPD yang dipimpinnya tengah meluncurkan program dimensi Smart Living Integrited Garden di Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta untuk program Smart City.

Kadis Kominfo Staper Kutim mengatakan telah diketahui sejak lama kawasan Bukit Pelangi beralamatkan di Jalan Pendidikan Kecamatan Sangatta Utara merupakan sentra perkantoran pemerintahan.

Pada arena pusatnya layanan pemerintahan terdapat pula kawasan taman yang dilengkapi dengan berbagai sarana umum seperti

UMKM, ajang fasilitas bermain anak pemukiman dan tempat ibadah yang berpusat di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta.

“Di Kawasan Bukit Pelangi ini ada 12 taman, salah satunya Taman Botani yang memiliki koleksi tanaman dan fauna endemik Kutim, selain itu juga dilakukan untuk penelitian dan saat ini dalam proses untuk ditetapkan menjadi kebun raya,” terang Kadis Kominfo Staper Kutim Ery

Ery melalui kedinasannya turut andil dalam meningkatkan beragam prasarana di kawasan tersebut. “Misalnya kami telah memberikan layanan jaringan internet (free wifi) gratis kepada masyarakat umum,” jelasnya.

Ery menambahkan Bukit Pelangi selain didapati taman-taman atau hot spot yang dapat dijadikan pusat rekreasi bersama keluarga didapati pula taman tugu ikon tambang baru ditandai dengan adanya truk berukuran besar atau oleh masyarakat awam dikenal dengan sebutan hd perusahaan Liebherr T282 seberat 237 ton yang proses pembangunannya masih terus berjalan.

Tak hanya itu saja, menurutnya Bukit Pelangi juga dilengkapi dengan beberapa pendopo bergazebo yang memberikan rasa nyaman bagi pengunjung dari ketinggian Bukit Pandang sembari menikmati indahnya panorama area perkantoran pemerintahan dari atas.”Diperkaya juga dengan produksi lebah madu kelulut, sementara terhitung dari tahun 2022 hingga 2026 kami juga mengangkat Prevab Mentoko,” ulas Ery.

Ery menjelaskan Prevab Mentoko merupakan pusat penelitian Orang Utan dan salah satu wisata ekologi yang ada di Kutim serta bisa juga untuk edukasi dan penelitian.”Selain itu Kutim telah dilakukan evaluasi melalui Asesor Smart City terkait pencapaian sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Kemudian oleh Pemkab Kutim diperbaiki, dan akhirnya mendapat penghargaan kategori peningkatan indeks SPBE,” pungkasnya.

Ia menegaskan di tahun 2021 indeks SPBE Kutim hanya 1,03 dengan kategori kurang, namun setelah dilakukan upaya-upaya perbaikan di 2022 dapat menunjukan peningkatan indeks SPBE menjadi 2,79 dengan kategori baik dan Kutim mendapatkan penghargaan indeks peningkatan SPBE yang diserahkan langsung oleh Menteri PAN RB dan Menteri Kordinator Investasi dan Kemaritiman.(adv/Diskominfo Staper Kutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *