BALIKPAPAN—Pesatnya pembangunan di Kota Balikpapan dibarengi dengan upaya menjaga kualitas lingkungan hidup. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan pertumbuhan infrastruktur dan investasi tetap berjalan dengan memperhatikan daya dukung serta daya tampung lingkungan.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pembangunan kota harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Karena itu, DLH menyiapkan 10 Program Lingkungan Hidup sebagai pijakan untuk mewujudkan Balikpapan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
“Pembangunan di Balikpapan tetap berjalan, tetapi tidak mengorbankan lingkungan. Daya dukung lingkungan harus tetap terjaga,” ujar Sudirman, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, menjaga kualitas lingkungan tidak hanya dilakukan melalui pengawasan terhadap pembangunan. DLH juga memperkuat berbagai program yang berdampak langsung terhadap kondisi lingkungan perkotaan, mulai dari ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah, hingga perlindungan kawasan pesisir.
Salah satu fokusnya adalah memperbanyak dan mempertahankan ruang terbuka hijau melalui revitalisasi taman kota dan pengembangan hutan kota. Keberadaan ruang terbuka hijau dinilai memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas udara sekaligus menyediakan ruang interaksi bagi masyarakat.
“Ruang terbuka hijau itu bukan hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi paru-paru kota dan ruang interaksi masyarakat,” jelasnya.
DLH mendorong disektor persampahan denga pengelolaan yang dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Masyarakat terus didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah sehingga sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan dan pengelolaannya menjadi lebih efektif.
Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan melalui pemanfaatan gas metana di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar. Gas yang sebelumnya terbuang kini dimanfaatkan sebagai energi alternatif dan telah tersalurkan kepada 380 sambungan rumah tangga di sekitar kawasan tersebut.
“Gas metana yang dulunya terbuang percuma, sekarang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Ini bukti bahwa pengelolaan sampah bisa memberi nilai tambah,” kata Sudirman.
Selain itu, DLH melakukan pengendalian pencemaran udara dan air serta rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir. Ekosistem mangrove dinilai memiliki peran penting dalam menjaga garis pantai dari abrasi sekaligus mendukung upaya menghadapi dampak perubahan iklim.
Penguatan kualitas lingkungan juga dibarengi dengan penegakan aturan. Sudirman menegaskan pihaknya tidak akan mengabaikan pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan.
Setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan dan aktivitas ekonomi tetap berada dalam koridor perlindungan lingkungan.
Sudirman menekankan, menjaga kualitas lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Peran masyarakat dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak jangka panjang.
“Lingkungan yang sehat merupakan investasi untuk generasi mendatang. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak agar Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)





