BALIKPAPAN- Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, menegaskan pentingnya penguatan transportasi publik sebagai fondasi menuju kota modern. Salah satu yang menjadi sorotan adalah layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) yang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
Menurut Wahyullah, pengelolaan Bacitra ke depan akan berada di bawah Dinas Perhubungan Kota Balikpapan seiring rencana serah terima dari pemerintah pusat. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap uji coba oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan mendapat subsidi, yang turut mendorong tingginya minat masyarakat menggunakan angkutan massal.
Ia menilai, tingginya animo warga menjadi sinyal positif bahwa Balikpapan tengah bergerak menuju kota maju yang ditopang sistem transportasi publik yang baik.
“Di kota-kota maju, transportasi umum seperti bus menjadi tulang punggung mobilitas. Bacitra ini sudah ke arah sana dan perlu kita dukung bersama,” ucapnya Kamis (23/4/2026).
Meski demikian, Wahyullah menekankan perlunya berbagai pembenahan, terutama terkait sumber energi armada. Ia mendorong agar ke depan Bacitra beralih dari bahan bakar fosil ke bus listrik sebagai bagian dari inovasi dan keberlanjutan.
“Kalau hari ini masih menggunakan bahan bakar yang tidak terbarukan, ke depan harus diganti dengan bus listrik. Itu sebuah keniscayaan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ketergantungan pada energi fosil semakin berisiko di tengah dinamika global, termasuk konflik geopolitik yang berdampak pada pasokan dan harga energi. Oleh karena itu, transisi ke energi listrik dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih stabil dari sisi ketersediaan.
Selain inovasi teknologi, Wahyullah juga menyoroti pentingnya perubahan budaya masyarakat dalam bertransportasi. Ia mendorong pergeseran dari penggunaan kendaraan pribadi menuju angkutan umum sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan dan konsumsi energi.
“Pergeseran budaya itu keharusan. Masyarakat perlu mulai terbiasa menggunakan transportasi umum seperti busway,” katanya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa pengembangan transportasi di Balikpapan tidak berhenti pada Bacitra. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan master plan jangka panjang yang mencakup integrasi berbagai moda, termasuk kemungkinan pengembangan sistem kereta perkotaan di masa depan.
“Tidak menutup kemungkinan ke depan Balikpapan akan memiliki sistem transportasi yang lebih lengkap, mulai dari bus hingga kereta. Perencanaannya sudah ada,” tambahnya.
Dukungan kebijakan, inovasi energi, dan perubahan perilaku masyarakat, Wahyullah optimistis Balikpapan dapat bertransformasi menjadi kota modern dengan sistem transportasi publik yang efisien, berkelanjutan, dan terintegrasi.(*)






