BALIKPAPAN- Kelurahan Manggar menjadi sorotan dalam pemenuhan fasilitas pendidikan di Balikpapan Timur. Wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 50.000 jiwa itu hingga kini belum memiliki sekolah tingkat menengah atas (SMA/SMK), kondisi yang dinilai memprihatinkan.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menilai persoalan ini harus segera ditangani. Ia mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk segera menuntaskan penetapan lokasi (penlok) pembangunan sekolah pada tahun ini agar proses pembangunan fisik dapat direalisasikan pada 2027 mendatang.
“Semoga tahun ini penetapan lokasi bisa selesai, sehingga pembangunan fisik bisa masuk di 2027,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia mengungkapkan, jumlah penduduk Balikpapan Timur kini telah mencapai lebih dari 80.000 jiwa yang tersebar di 300 RT dan empat kelurahan. Namun, kondisi tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pendidikan, khususnya jenjang lanjutan.
Saat ini, Balikpapan Timur hanya memiliki dua sekolah tingkat menengah, yakni SMA 7 dan SMK 5. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menampung lulusan SMP setiap tahunnya.
“Kekurangan di wilayah timur sangat terasa. Kita sangat membutuhkan SMA dan SMK tambahan,” katanya.
Minimnya fasilitas ini berdampak pada tingginya kesenjangan antara jumlah lulusan SMP dengan daya tampung sekolah lanjutan. Akibatnya, banyak siswa terpaksa mencari sekolah ke luar wilayah atau bahkan kesulitan melanjutkan pendidikan.
Gasali menilai kondisi ini menunjukkan belum meratanya pembangunan pendidikan di Kota Balikpapan. Ia secara khusus menyoroti Kelurahan Manggar yang memiliki sekitar 100 RT, namun belum memiliki satu pun SMA atau SMK.
“Di Manggar tidak ada sama sekali sekolah lanjutan, padahal jumlah penduduknya sangat besar,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan Timur, Gasali memastikan akan terus mendorong agar persoalan ini menjadi prioritas pemerintah provinsi. Ia berharap seluruh tahapan, mulai dari penetapan lokasi hingga penganggaran, dapat berjalan sesuai rencana.
Dengan adanya tambahan fasilitas pendidikan, diharapkan siswa di Balikpapan Timur tidak lagi kesulitan mengakses pendidikan lanjutan, sekaligus mewujudkan pemerataan layanan pendidikan di Balikpapan.





