DPRD Dorong Penguatan RSIA Sayang Ibu sebagai Layanan Kesehatan Strategis di Balikpapan

BALIKPAPAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu, pada hari Senin (27/4/2026), di Ruang Rapat Gabungan DPRD Balikpapan. Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan layanan RSIA Sayang Ibu.

Ketua Pansus LKPJ DPRD Balikpapan, Andi Arif Agung, menjelaskan bahwa RSIA Sayang Ibu saat ini berada dalam masa transisi pengembangan layanan, seiring dengan proses evaluasi dan penyesuaian terhadap arah kebijakan fasilitas kesehatan ke depan.

Ia menuturkan, terdapat ketentuan terbaru yang mengarah pada transformasi layanan rumah sakit, di mana pengembangan fasilitas kesehatan diharapkan menuju tipe Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), sehingga memiliki layanan yang lebih lengkap dan komprehensif.

Berdasarkan prasarat yang disampaikan dari Kementerian itu tidak ada rumah sakit yang semacam khusus seperti RSIA Sayang Ibu yang hanya melayani ibu dan anak tapi harus ke rumah sakit umum daerah.

“Nanti namanya ganti sehingga pelayanannya tidak sekedar pelayanan untuk masalah Ibu melahirkan dan anak. Jadi lebih luas,” ungkapnya.

Dalam pembahasan tersebut, DPRD menyoroti sejumlah kebutuhan teknis yang masih perlu dipenuhi, termasuk pemenuhan standar kapasitas tempat tidur sebagai salah satu syarat penguatan layanan rumah sakit.

Saat ini, RSIA Sayang Ibu masih membutuhkan penambahan kapasitas untuk mencapai standar yang ditetapkan. “Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi juga standar layanan, termasuk jarak ruang, fasilitas rawat inap, dan kesiapan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh,” ujarnya.

DPRD melalui Komisi IV menyatakan siap memberikan dukungan dalam proses penganggaran pada pembahasan tahun anggaran 2027, terutama untuk mendukung pemenuhan persyaratan teknis dan penguatan layanan RSIA Sayang Ibu.

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan layanan kesehatan ibu dan anak tetap berjalan optimal selama proses transisi menuju pengembangan fasilitas yang lebih besar di masa mendatang.

“Ini menjadi bagian dari catatan strategis kita agar layanan kesehatan tetap berjalan maksimal sambil menunggu proses pengembangan rumah sakit ke depan,” jelasnya.

DPRD menegaskan bahwa keberadaan RSIA Sayang Ibu tetap menjadi bagian penting dalam pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak. Oleh karena itu, dukungan terhadap fasilitas yang ada saat ini akan terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Melalui pembahasan LKPJ ini, DPRD berharap arah pengembangan layanan kesehatan di Balikpapan dapat berjalan lebih terencana, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *