KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Sarana tingkat Pendidikan Usia Dini (PAUD) tentunya harus ditunjang dengan sekolah lanjutan yang lebih memiliki Visi dan Misi yang berkesinambungan.
Untuk itu, beberapa waktu lalu Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman didampingi istri Siti Robiah sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Kutim meresmikan Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 3 Muara Ancalong di Desa Senyiur. Peresmian dilaksanakan setelah menghadiri pengukuhan Bunda Pendikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Muara Ancalong, Long Mesangat (Longmes) dan Busang.
Menanggapi akan hal tersebut, dilain waktu, saat diwawancarai Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono Sabtu (2/12/2023) menyampaikan terima kasih, khususnya kepada bapak camat dan kades yang telah memfasilitasi sehingga bisa beralih dari yayasan ke TKN Kecamatan. Dari awalnya yayasan pembangunan menjadi TKN 3 Muara Ancalong,” ucapnya.
Sementara terpisah saat dihubungi via Whatsapp Camat Muara Ancalong Muh Harun Al Rasyid mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bupati Ardiansyah beserta rombongan pada acara peresmian TKN 3 Kecamatan Muara Ancalong.”Selain peresmian TKN 3 Kecamatan Muara Ancalong, kami juga di sini ada penyerahan hibah tanah. Program-program yang direncanakan masuk dalam hibah tanah tersebut di antaranya pembangunan TK, taman belajar, tamam bermain dan taman olahraga,” ucapnya.
Sedangkan, Bupati Kutim, Drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si menjelaskan bahwa pendidikan harus disiapkan sejak dini. Konsep pendidikan dini sekarang harus terkoneksi dengan pendidikan dasar. Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim bahwa antara PAUD dengan kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar (SD) harus ada masa transisi yang menyenangkan.”Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan pembangunan, maka pendidikan juga harus lebih maksimal lagi perkembangannya. Sebagai bagian dari persiapan untuk sumber daya manusia,” ucap Bupati Ardiansyah
Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah menyampaikan bahwa perlahan tapi pasti, Pemkab Kutim saat ini akan terus fokus untuk membangun, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia (SDM) terutama dalam dunia pendidikan.
“Saya sempat bertanya kepada kades, jumlah penduduk di Desa Senyiur kurang lebih 4.000 jiwa. Ini artinya kalau hanya ada satu TK saja sayang sekali. Mohon nanti Disdikbud Kutim mengkaji dan mempertimbangkan untuk penambahan sekolah baru. Baik tingkat TK maupun SD,” tambahnya.
Terakhir, orang nomor satunya di Pemkab Kutim menegaskan bahwa pemerintah daerah tahun ini akan menaikkan insentif para guru TK, SD, SMP, baik yang negeri maupun swasta. Dengan kenaikan itu, diharapkan para guru agar lebih semangat lagi untuk bekerja.(adv/diskominfo staper kutim)






