Pertamina Budayakan Cinta Lingkungan

BALIKPAPAN, kaltimonline.com-Upaya untuk terus membudayakan perilaku cinta lingkungan dilakukan oleh Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan. Kali ini, berbagai kegiatan dilakukan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Diawali dengan bersepeda menuju kantor, dilanjutkan senam bersama hingga ditutup dengan penyerahan simbolis dan penandatanganan komitmen Jumat, (10/6/2022).

 

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini menjadi momen yang penting bagi kita untuk terus membudayakan gerakan cinta lingkungan. Pada hari ini kami menguatkan kembali komitmen kami untuk mendukung pelestarian lingkungan,” ujar Pjs GM KPI Unit Balikpapan Arafat Bayu Nugroho.

 

Bayu menjelaskan sebenarnya alam memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya. “Namun, ada beberapa tindakan manusia yang menyebabkan alam terganggu. Misalnya rusaknya lapisan ozon yang merupakan pelindung bumi. Pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia,” jelas Bayu.

 

Pada peringatan kali ini, KPI Unit Balikpapan juga melakukan beberapa simbolisasi program yang akan dilaksanakan oleh KPI Unit Balikpapan. Pertama, penggunaan tumbler sebagai strategi untuk mengurangi pemakaian plastik kemasan terutama untuk minuman di lingkungan perkantoran.

 

Kedua, penyerahan bibit tanaman sebagai aksi untuk selalu melakukan penghijauan di lokasi perumahan dan perkantoran. Ketiga, melengkapi kendaraan operasional dengan tempat sampah.

 

“Pemakaian tumbler untuk menggantikan pemakaian botol plastik merupakan sebuah langkah nyata yang saya yakin akan mengurangi pemakaian plastik. Ini harus terus kita kampanyekan mulai dari diri kita sendiri dan juga keluarga kita,” ajak Bayu.

 

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menjelaskan tema yang diusung oleh KPI Unit Balikpapan tahun ini adalah 5R’s for 5tastic Steps pengelolaan sampah. 5 R tersebut adalah Refuse, Reduce, Reuse, Repurpose dan Recycle.

 

“Refuse berarti kritis terhadap diri sendiri untuk bisa menolak konsumsi yang berbahan sekali pakai dan tidak dapat didaur ulang. Reduce berarti mengurangi sedini mungkin perilaku ketergantungan konsumsi berbahan sekali pakai dan tidak dapat didaur ulang,” kata Chandra.

 

Reuse berarti memprioritaskan kriteria “umur panjang bahan” pada saat setiap perilaku konsumsi, sehingga dapat digunakan kembali. Repurpose berarti belajar, beraksi dan peka terhadap sampah yang dapat digunakan untuk tujuan baru yang lain.

 

“Recycle berrati menyampaikan ide dan beraksi terhadap sampah yang ada untuk dapat diolah menjadi bernilai,” tutup Chandra.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *