KUTAI TIMUR, kaltimonline.com – Gelaran bertajuk Prima Akademia yang belum lama ini berlangsung di gagas langsung oleh Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (SD YPPSB) 2 dan dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim), Drs H Ardiansyah Sulaiman M.Si.
Pasca kegiatan diwaktu berbeda media KALTIMONLINE.COM mewawancarai langsung Bupati terkait akan hal tersebut.Dirinya menegaskan sangat mengapresiasikan positif adanya Prima Akademia terlebih melibatkan ratusan anak – anak.
“Selamat SD YPPSB 2 yang hari ini menggelar kegiatan apresiasi budaya dan mengapresiasi penganugerahan kepada anak-anak yang berprestasi,” ujar Bupati Ardiansyah, Selasa (14/11/2023)
Menurutnya, acara ini mencerminkan semangat forum merdeka belajar, memberikan kesempatan kepada guru, pendidik dan terutama anak-anak untuk terus berkreasi dan mengembangkan potensi mereka, baik secara akademik maupun non-akademik.
“Semoga dengan agenda ini, tidak hanya YPPSB, tetapi dunia pendidikan di Kutai Timur dapat lebih maju di masa yang akan datang,” harapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komite YPPSB 2, Sri Sudarti, menyatakan kebanggaannya menjadi bagian dari acara tersebut. Prima Akademia bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan wadah di mana setiap siswa dihargai, dibimbing, dan didorong untuk mencapai potensi terbaiknya.
“Kami merancang semua ini dengan penuh cinta agar setiap momen memberikan inspirasi dan inovasi. Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dengan tulus untuk acara ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SD YPPSB 2, Marsono, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendidik anak-anak. Meskipun acara ini bernuansa sekolah, kehadiran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyampaikan pesan pada anak-anak tentang kekayaan budaya Kutai Timur. Semoga memberikan manfaat bagi mereka,” tandas Marsono.
Untuk diketahui, acara ini juga menyuguhkan berbagai macam pertunjukan seni tari khas budaya nusantara, sekaligus memamerkan beberapa stand seni dari beragam suku yang ada di Indonesia.(adv/diskominfo staper kutim)






