BALIKPAPAN– Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meminta Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menuntaskan program revitalisasi jaringan pipa air bersih pada 2026.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat, mengingat sebagian jaringan pipa di Balikpapan sudah berusia puluhan tahun.
“Kalau sumber air cukup, distribusinya juga harus didukung pipa yang baik. Kalau pipanya sudah tua, tekanan air tidak bisa ditampung maksimal,” ujar Rahmad, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi pipa yang sudah tua berpotensi menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kebocoran, penurunan tekanan air hingga gangguan distribusi di sejumlah wilayah.
Karena itu, revitalisasi jaringan pipa menjadi langkah penting agar distribusi air bisa lebih optimal dan merata.
Selain itu, pembaruan infrastruktur juga diperlukan untuk mendukung rencana penambahan sambungan rumah tangga baru di Balikpapan.
Menurut Rahmad, penambahan sambungan tidak akan maksimal jika jaringan pipa lama tidak mampu menahan tekanan air yang lebih besar.
“Penambahan sambungan harus diikuti kesiapan jaringan. Kalau pipanya tidak kuat, distribusi juga tidak akan optimal,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap percepatan revitalisasi ini dapat mengurangi gangguan distribusi yang selama ini kerap terjadi akibat kondisi pipa yang tidak lagi optimal.
Dengan pembaruan jaringan, distribusi air bersih ditargetkan lebih stabil sekaligus meningkatkan cakupan layanan air minum bagi masyarakat.
“Tujuan kita jelas, masyarakat harus mendapatkan pelayanan air bersih yang lebih baik, stabil, dan merata,” pungkasnya.






