Tekan Stunting, Begini Strategi Kecamatan Tenggarong Seberang 

TENGGARONG, kaltimonline.com – Kecamatan Tenggarong Seberang, kabupaten Kutai Kartanegara tengah fokus menurunkan angka kasus stunting.

Sejumlah program digulirkan pada tahun 2024 untuk menjadikan wilayahnya bebas dari stunting. Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan sedang berupaya menangani masalah stunting di 18 desa pada tahun ini.

“Untuk mengurangi kasus stunting dan kemiskinan kita perlu membangun komitmen dengan kepala desa dan pihak lainnya, agar program penanganan stunting betul-betul berjalan kancar,” ujar Tego Yuwono, Rabu (13/3/2024).

Beberapa langkah strategis turut dipersiapkan untuk menekan angka stunting. Selain itu, untuk menekan stunting di Tenggarong Seberang harus memiliki komitmen seluruh pihak. Antara lain Pemerintah Kecamatan, Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan pihak swasta.

Tego menilai, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan tetapi juga dengan pola asuh dan pola makan yang baik bagi ibu dan anak.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan adanya sinergitas antara Puskesmas dan Posyandu yang ada di setiap desa untuk melakukan identifikasi, pencegahan, dan penanganan stunting.

“Kita punya dua Puskesmas yang menjadi fokus kita, yaitu Puskesmas Teluk Dalam dan Puskesmas Separi. Mereka akan bertugas melakukan sosialisasi stunting. Kita juga akan mengaktifkan Posyandu untuk melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin bagi ibu dan anak,” jelasnya.

“Harapan kita bersama, semua program berjalan sesuai rencana dan betul-betul menekan angka stunting di kecamatan,” pungkasnya.(adv/diskominfo kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *