Yamaha Gelar Pelatihan Ekonomi Kreatif di SMAN 9 & SMAN 16 Samarinda, Siswa Antusias Ikuti Kelas Merangkai Bunga dan Menghias Kue

SAMARINDA – PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan merangkai bunga dan menghias kue yang digelar di SMAN 9 Samarinda, Jalan RA Kartini, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, dan SMAN 16 Samarinda , Jl. Perjuangan, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara,Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang diikuti para siswa dan siswi sebanyak 40 masing masing sekolah, itu berlangsung meriah. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga melatih kreativitas dan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha di masa depan.

Asisten Manajer Promosi/Area PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Main Dealer Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Yamaha mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui aktivitas yang kreatif dan edukatif.

Menurutnya, Yamaha tidak hanya ingin dikenal sebagai perusahaan otomotif, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

“Kegiatan merangkai bunga dan menghias kue ini merupakan salah satu cara kami untuk lebih dekat dengan generasi muda. Kami ingin siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kepercayaan diri mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dirancang agar para siswa dapat belajar sambil berkreasi dalam suasana yang menyenangkan. Antusiasme peserta selama pelaksanaan kegiatan menjadi bukti, program berbasis kreativitas mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar.

Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah di Kalimantan Timur sebagai bentuk dukungan Yamaha terhadap pengembangan potensi generasi muda.

“Harapan kami, Yamaha dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang inspiratif, edukatif, dan sesuai dengan minat anak muda saat ini,” katanya.

Salah satu peserta, Mutiara Inka Asyifa, mengaku menikmati kegiatan merangkai bunga yang diadakan Yamaha. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak terlalu sulit sehingga mudah diikuti para peserta.

“Kegiatannya seru dan memberikan pengalaman baru. Selain itu, kegiatan seperti ini juga bisa membantu mengembangkan kreativitas siswa,” ujarnya.

Mutiara berharap Yamaha dapat terus menghadirkan program-program positif yang bermanfaat bagi pelajar dan semakin berkembang di masa mendatang.

Hal senada disampaikan Alia Hayronisa. Ia menilai kegiatan menghias kue dan merangkai bunga memberikan pengalaman berbeda yang jarang didapatkan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, jika kegiatan serupa kembali digelar, dirinya tidak akan ragu untuk ikut berpartisipasi.

“Seru sekali dan menyenangkan. Saya juga jadi tertarik mencoba menghias kue sendiri di rumah saat ada waktu luang,” katanya.

Alia juga berharap Yamaha terus meningkatkan kualitas produk dan program-programnya agar semakin bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Nia Maulida Madina mengaku tantangan terbesar dalam kegiatan menghias kue adalah proses dekorasi dan penataan hiasan agar terlihat menarik.

Meski demikian, ia tidak mengalami kesulitan menentukan konsep dekorasi karena terbiasa melakukan kegiatan kreatif di rumah, termasuk memasak ketika memiliki waktu senggang.

“Yang paling sulit saat menghias dan menata dekorasinya. Tapi untuk menentukan konsep tidak terlalu sulit karena tergantung selera masing-masing,” ujarnya.

Nia berharap Yamaha dapat lebih sering mengadakan kegiatan kreatif di sekolah, termasuk aktivitas lain seperti melukis atau keterampilan seni yang dapat mengembangkan bakat siswa.

Pengalaman baru juga dirasakan Yuni Cahya Ramadani. Ia mengungkapkan, kegiatan menghias kue tersebut merupakan pengalaman pertamanya.

Menurut Yuni, tingkat kesulitan kegiatan berada pada kategori sedang, terutama saat mengatur krim agar tetap rapi dan sesuai dengan desain yang diinginkan.

“Baru pertama kali menghias kue. Yang cukup sulit itu mengatur krimnya karena mudah berantakan, tapi tetap menyenangkan,” tuturnya.

Ia berharap dapat mencoba kembali membuat dan menghias kue di rumah serta berharap Yamaha terus berkembang dan semakin maju.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pihak sekolah. Guru SMAN 9 Samarinda, Anugerah Ramadani, menilai kegiatan yang dihadirkan Yamaha sangat positif karena mampu menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan ide dan kreativitas di luar kegiatan akademik.

Menurutnya, siswa cenderung lebih antusias mengikuti kegiatan yang bersifat praktik langsung dibandingkan hanya menerima materi di dalam kelas.

“Anak-anak biasanya lebih tertarik dengan kegiatan praktik seperti ini. Mereka bisa langsung mencoba, berkreasi, dan menyalurkan ide-ide mereka,” katanya.

Dirinya berharap Yamaha dapat menghadirkan lebih banyak program kreatif lainnya, seperti pembuatan kerajinan tangan maupun pelatihan keterampilan lainnya yang bermanfaat bagi pelajar.

Selain itu, ia juga berharap Yamaha terus berinovasi menghadirkan produk dan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Melalui kegiatan tersebut, Yamaha tidak hanya memperkenalkan kreativitas sebagai bagian dari pengembangan diri siswa, tetapi juga membuka wawasan generasi muda terhadap berbagai peluang ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan sejak dini. Dengan antusiasme yang ditunjukkan para peserta, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *