BALIKPAPAN, kaltimonline.com – Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Doris Eko Rian, menyoroti keterbatasan anggaran untuk Dinas Perpustakaan Kota Balikpapan yang hanya sebesar Rp13 miliar per tahun, termasuk untuk gaji pegawai. Ia merasa anggaran tersebut jauh dari cukup untuk mendukung perkembangan perpustakaan sebagai salah satu pusat investasi masa depan, terutama bagi generasi muda.
“Kemarin saya di Komisi IV merasa anggaran kita sangat terbatas, hanya Rp13 miliar untuk satu tahun, sudah termasuk gaji. Ini sangat tidak mencukupi untuk operasional perpustakaan,” kata Doris. Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran berdampak langsung pada fasilitas perpustakaan, seperti perpustakaan keliling yang kini tidak beroperasi karena tidak ada anggaran untuk bahan bakar, aki, hingga ban mobil.
Selain itu, Doris menyoroti pentingnya memberikan fasilitas yang lebih baik agar masyarakat, terutama anak-anak, semakin tertarik untuk mengunjungi perpustakaan. “Jika perlu, kita bisa berikan susu atau makan siang bagi pengunjung anak-anak. Ini bisa menjadi daya tarik yang baik bagi masyarakat,” tambahnya.
Doris juga sempat membandingkan anggaran perpustakaan Balikpapan dengan Yogyakarta yang mencapai Rp80 miliar. Menurutnya, hal ini menjadi gambaran bahwa kota-kota lain memberikan perhatian besar pada pengembangan perpustakaan. “Saya berharap pemerintah bisa memberikan anggaran lebih untuk Dinas Perpustakaan Balikpapan, agar dapat mengoptimalkan peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Doris.
Dengan anggaran yang memadai, Doris yakin Dinas Perpustakaan Balikpapan bisa menjadi sumber investasi penting bagi masa depan kota dan bangsa. Fasilitas yang baik dan program menarik dapat menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar yang nyaman dan penuh manfaat bagi masyarakat.






