BALIKPAPAN– Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara, yang mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa ini kembali memunculkan desakan untuk mengevaluasi jam operasional kendaraan berat, terutama di titik rawan kecelakaan seperti Muara Rapak.
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Laisa Hamisah, menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan besar, terutama truk roda 10 yang melintas di kawasan tersebut.
“Jika aturan pembatasan waktu operasional kendaraan berat sudah ada, maka harus dipastikan penegakan hukumnya berjalan efektif. Selain itu, koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan harus diperkuat agar pengawasan lebih ketat,” ujarnya, Selasa (11/2)
Ia juga mendorong percepatan realisasi pembangunan flyover di Simpang Muara Rapak, yang sudah lama diwacanakan sebagai solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan di lokasi tersebut.
“Selain flyover, perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait rekayasa lalu lintas, agar solusi yang diterapkan benar-benar efektif dalam mengurangi angka kecelakaan,” tambahnya.
Diketahui, Simpang Muara Rapak merupakan salah satu titik rawan kecelakaan di Balikpapan, terutama akibat turunan tajam yang sering dilintasi kendaraan berat.
Berbagai pihak berharap evaluasi ini segera ditindaklanjuti guna meningkatkan keselamatan pengendara dan pejalan kaki di kawasan tersebut.






