Anggota DPRD Balikpapan Dukung Pembatasan Penggunaan Gadget untuk Anak

BALIKPAPAN – Kekhawatiran terhadap dampak negatif penggunaan gadget pada anak semakin mendapat sorotan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, menegaskan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat yang akan membatasi akses gadget dan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pembatasan tersebut sangat penting, terutama bagi siswa Sekolah Dasar (SD), guna melindungi mereka dari paparan konten yang tidak sesuai.

“Hingga saat ini, belum ada perlindungan khusus yang benar-benar membatasi akses anak-anak terhadap informasi berbahaya di internet. Karena itu, pembatasan penggunaan gadget menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan secara serius,” ujar Iim, Selasa (4/3/2025).

Ia menekankan bahwa tanpa pengawasan ketat, anak-anak berisiko terpapar konten negatif seperti kekerasan dan pornografi.

Oleh karena itu, ia mengimbau peran aktif orang tua dan guru dalam mengontrol penggunaan perangkat digital di kalangan siswa.

Lebih lanjut, Iim menyarankan agar tugas sekolah tidak sepenuhnya bergantung pada internet. Menurutnya, buku pelajaran tetap harus menjadi sumber utama pembelajaran untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget.

“Gadget memang memiliki manfaat dalam dunia pendidikan, tetapi bagi anak-anak usia sekolah dasar, penggunaannya perlu dibatasi agar mereka tidak terpapar informasi tanpa filter,” tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menerapkan aturan pembatasan usia penggunaan gadget.

Regulasi yang lebih ketat dinilai dapat membantu menjaga keamanan serta perkembangan mental dan sosial anak-anak.

Namun, rencana pembatasan ini menuai beragam respons. Sebagian orang tua mendukung kebijakan tersebut karena khawatir anak-anak mereka terlalu bergantung pada gadget.

Di sisi lain, ada yang menilai bahwa penerapan aturan ini akan sulit mengingat teknologi sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan modern.

Meski demikian, Iim optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua, kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif demi menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *