BALIKPAPAN– Maraknya aksi trek-trekan, perang sarung, dan balap lari liar di jalanan setiap bulan Ramadan menjadi perhatian serius di Balikpapan.
Fenomena ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan para remaja yang terlibat.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, mengimbau para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi anak-anak mereka selama bulan suci ini. Menurutnya, Ramadan seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.
“Ramadan adalah bulan refleksi dan peningkatan ibadah. Jangan sampai anak-anak kita malah terlibat dalam aksi berbahaya seperti trek-trekan atau balap liar di jalan,” ujar Halili kepada media, Selasa (4/3/2025).
Ia menekankan bahwa pengawasan orang tua menjadi faktor utama dalam mencegah anak-anak dari kegiatan yang merugikan. Meskipun pihak kepolisian telah berupaya menjaga keamanan, kontrol dari keluarga tetap menjadi yang terpenting.
Halili juga mengingatkan agar orang tua lebih tegas dalam memastikan anak-anak mereka tidak keluar rumah hingga larut malam.
“Jika anak belum pulang setelah pukul 10 malam, orang tua harus segera mencari tahu keberadaannya. Ini langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mencegah mereka terlibat dalam aktivitas yang berisiko,” tegasnya.
Selain aksi trek-trekan, Halili turut menyoroti tren balap lari liar yang semakin marak di kalangan remaja saat Ramadan. Meskipun tampak tidak berbahaya, kegiatan ini bisa memicu ketegangan antarindividu dan berpotensi menimbulkan konflik.
Sebagai solusi, ia mengajak masyarakat untuk mengarahkan energi anak-anak muda ke aktivitas yang lebih positif dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Mari kita manfaatkan Ramadan dengan lebih baik, tingkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan. Dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang konstruktif, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.






