DLH Balikpapan Dorong Pengelolaan Limbah yang Ramah Lingkungan

BALIKPAPAN– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dalam setiap kegiatan industri di kota ini. Hal ini disampaikan terkait rencana komisioning fasilitas baru oleh Patra Niaga dan penutupan fasilitas pengelolaan limbah dari proyek Refinery Development Master Plan Joint Operation (RDMP-JO).

Menurut Sudirman, langkah yang diambil Patra Niaga untuk mengalihkan sisa-sisa bahan bakar atau limbah dari lokasi existing ke fasilitas baru dan diolah menjadi produk turunan baru merupakan langkah positif bagi lingkungan.

“Kalau memang ada alat yang tidak menghasilkan limbah, dan sisa-sisa fuel atau apapun di tempat existing bisa dialihkan ke tempat baru untuk menghasilkan produk baru, itu lebih baik. Secara lingkungan jelas, ini clear and clean,” ujarnya, Senin (1/11/2025).

Sudirman menambahkan, perhatian utama DLH adalah memastikan bahwa proses pengalihan dan pengolahan limbah tidak meninggalkan residu berbahaya.

“Yang dikhawatirkan secara lingkungan itu ketika kondisi existing ada menyisakan limbah. Nah, kalau hal itu bisa diselesaikan menjadi produk turunan yang baru, lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, proyek RDMP-JO yang sebelumnya memiliki fasilitas pengelolaan limbah melalui rekanannya juga tengah menutup fasilitas tersebut. DLH telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait penutupan ini.

“Dari rekanan RDMP yang menutup fasilitas, kami akan melakukan pemeriksaan agar tidak ada limbah berbahaya atau B3 yang tersisa,” kata Sudirman.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara DLH, LHK, dan pihak industri sangat penting untuk memastikan pengelolaan limbah tetap aman dan tidak merusak lingkungan.

“Ini sangat bagus jika memang ada langkah-langkah seperti ini. Artinya, kita lebih yakin bahwa pengelolaan limbah dilakukan dengan baik dan lingkungan tetap terlindungi,” ujarnya.

Langkah-langkah pengelolaan limbah yang efektif ini diharapkan menjadi contoh bagi industri lain di Balikpapan, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan di tengah kegiatan pembangunan dan industri yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *