BPBD Imbau Warga Balikpapan Hafal Nomor Darurat untuk Cegah Keterlambatan Penanganan Bencana

BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk selalu siap menghadapi potensi keadaan darurat dengan cara sederhana namun vital: mengenali dan menghafal nomor darurat instansi penting seperti kepolisian, pemadam kebakaran, dan BPBD.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan masih banyak warga yang belum mengetahui nomor penting yang bisa dihubungi ketika terjadi kebakaran atau bencana lainnya. Akibatnya, penanganan sering terlambat karena laporan baru diterima setelah situasi memburuk.

“Kami meminta masyarakat untuk mencatat dan mengetahui nomor-nomor penting, seperti kepolisian, pemadam kebakaran, dan BPBD. Banyak yang belum tahu, jadi sering terlambat melapor. Padahal kalau laporan cepat, kami bisa segera datang dan mencegah kebakaran membesar,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

Menurut Usman, kecepatan pelaporan dari masyarakat menjadi faktor kunci dalam penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang petugas untuk mencegah api meluas.

“Kadang masyarakat baru hubungi kami setelah api besar. Kalau dari awal sudah diberi tahu, mungkin kerugiannya tidak sebesar itu. Jadi penting sekali untuk tahu dan segera hubungi petugas,” jelasnya.

Selain kesiapsiagaan pelaporan, Usman juga mengingatkan warga agar lebih waspada saat meninggalkan rumah. Hal sederhana seperti mematikan kompor, mencabut peralatan listrik, dan memastikan sambungan listrik aman bisa mencegah banyak kasus kebakaran yang berawal dari kelalaian sepele.

“Kalau mau keluar rumah, pastikan kompor sudah dimatikan dan periksa sambungan listrik. Banyak kasus kebakaran terjadi karena lupa mematikan kompor atau korsleting,” kata Usman.

Ia menjelaskan, dapur dan instalasi listrik rumah tangga merupakan dua titik paling rawan kebakaran. Karena itu, warga diimbau melakukan pemeriksaan rutin dan mengganti instalasi listrik yang sudah berumur atau rusak.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, BPBD Balikpapan secara rutin melakukan sosialisasi bersama kelurahan dan relawan Kampung Tangguh Bencana (Katana). Melalui program ini, warga diajak membangun budaya siaga dan peduli terhadap keselamatan lingkungan.

“Kami sudah siapkan kanal resmi untuk pelaporan cepat. Masyarakat bisa simpan nomor darurat BPBD di ponsel masing-masing,” ujarnya.

Usman menegaskan, langkah kecil seperti menyimpan nomor darurat dan memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggalkan dapat berdampak besar dalam mengurangi risiko bencana dan kerugian harta benda.

“Jangan tunggu bencana baru panik. Cukup hafal nomor penting dan periksa rumah sebelum keluar, itu sudah langkah besar untuk keselamatan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *