Balikpapan Serius Kurangi Sampah, Dua TPST Baru Segera Beroperasi Akhir Tahun Ini

BALIKPAPAN- Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berkomitmen mengurangi volume sampah warganya. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menargetkan seluruh daerah di Indonesia mampu menekan jumlah sampah hingga 50 persen pada akhir tahun 2025.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa setiap daerah harus berinovasi dalam pengelolaan sampah untuk mencapai target tersebut. Salah satu langkah konkret yang ditempuh Balikpapan adalah memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya dan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sejumlah wilayah.

“Balikpapan sudah memiliki Peraturan Daerah tentang pengurangan sampah dari sumber. Sekarang tinggal penerapannya di lingkungan kelurahan,” ujar Sudirman saat ditemui awak media, Senin (1/11/2025).

Ia menambahkan, setiap kelurahan di Balikpapan diwajibkan memiliki enam unit bank sampah, sementara di tingkat kecamatan akan dibentuk bank sampah induk yang menampung hasil pengumpulan dari masyarakat.

Selain penguatan sistem di tingkat akar rumput, pemerintah juga tengah menyiapkan sistem pengelolaan sampah di tingkat menengah melalui pembangunan TPST. Fasilitas ini berfungsi untuk memilah, mendaur ulang, serta mengolah sampah agar tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Saat ini Balikpapan sudah memiliki satu TPST yang dibangun di kawasan Kota Hijau. Infrastruktur dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum, sedangkan operasionalnya nanti dikelola oleh DLH,” jelasnya.

Tahun ini, Pemkot Balikpapan juga membangun dua TPST baru di kawasan Graha Indah dan Km 12 Balikpapan Utara. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025.“Insya Allah kalau selesai, langsung dioperasikan oleh DLH. Setiap TPST mampu mengurangi sekitar 5 hingga 10 ton sampah per hari,” tambah Sudirman.

Meski demikian, ia mengakui bahwa operasional TPST tidak bisa langsung berjalan maksimal.“Ada tahapan yang harus dilalui. Saat awal beroperasi kapasitasnya mungkin belum optimal, tapi akan terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Dengan berbagai upaya ini, Pemkot Balikpapan optimistis dapat mendukung target nasional pengurangan sampah 50 persen, sekaligus menjaga kota tetap bersih, hijau, dan berkelanjutan.“Kalau pengelolaan dari sumbernya kuat dan fasilitas pendukung seperti TPST berjalan baik, kita bisa wujudkan Balikpapan sebagai kota yang peduli lingkungan,” tutup Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *