BALIKPAPAN – Menjelang perayaan Natal, Tahun Baru, dan Ramadan 2026, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina Patra Niaga dan sejumlah agen LPG 3 kilogram di ruang rapat gabungan lantai dua Kantor DPRD Balikpapan, Rabu (5/11/2025).
Rapat ini menjadi langkah antisipatif legislatif dalam memastikan pasokan LPG bersubsidi tetap aman dan terdistribusi tepat sasaran selama periode peningkatan konsumsi energi rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mengatakan pertemuan ini merupakan inisiatif seluruh anggota Komisi II yang menaruh perhatian terhadap potensi kelangkaan gas di masa-masa puncak permintaan.
“Kami ingin memastikan kuota LPG mencukupi menjelang perayaan besar seperti Natal, Tahun Baru, dan Ramadan. Jangan sampai kejadian kelangkaan seperti tahun-tahun sebelumnya terulang kembali,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut hadir sekitar 12 agen LPG yang beroperasi di Kota Balikpapan. Selain membahas kuota dan distribusi, peserta juga menyinggung persoalan penambahan agen baru yang sebelumnya sempat menjadi pembahasan dalam RDP Februari 2025.
“Pada rapat Februari lalu, Pertamina menyampaikan tidak ada lagi penambahan agen baru karena kuota LPG sudah ditetapkan dari pusat. Jika ada agen baru, otomatis harus ada tambahan kuota atau pengalihan dari agen lama,” jelas Taufik.
Namun demikian, sejak Juli 2024 diketahui terdapat agen baru yang mulai beroperasi setelah memperoleh rekomendasi dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan. Menanggapi hal itu, Taufik menegaskan perlunya kehati-hatian dalam memberikan izin dan rekomendasi.
“Kami minta Disdag berhati-hati memberikan rekomendasi. Lihat dulu kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai agen lama dirugikan,” tegasnya.
Komisi II juga meminta Pemkot Balikpapan, melalui bagian ekonomi dan dinas terkait, untuk melakukan simulasi kebutuhan LPG menghadapi bulan Desember hingga Februari 2026 agar distribusi berjalan lancar tanpa gejolak di masyarakat.
“Kami sudah minta dilakukan simulasi kebutuhan jelang Natal, Tahun Baru, dan Ramadan. Insyaallah semuanya bisa berjalan baik,” pungkasnya.
Taufik menambahkan, pihaknya juga mendorong penambahan kuota LPG untuk Balikpapan agar masyarakat tidak kekurangan pasokan selama periode hari besar.






