BALIKPAPAN — Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan terus menunjukkan perkembangan positif. Setelah sempat menurun drastis selama pandemi Covid-19, jumlah bank sampah kini kembali meningkat dan menjadi salah satu strategi utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan bahwa sebelum pandemi jumlah bank sampah di Balikpapan sempat mencapai sekitar 120 unit. Namun, aktivitas masyarakat yang terbatas dan kebijakan pembatasan sosial membuat jumlahnya menurun hingga 70 unit. Kini, kondisi itu mulai pulih.
“Saat ini jumlah bank sampah telah bangkit kembali menjadi sekitar 130-an unit. Target kami, setiap kelurahan memiliki minimal enam bank sampah, sehingga total bisa mencapai lebih dari 200 unit aktif,” jelas Sudirman kepada awak media, Selasa (4/11/2025).
Untuk memperkuat sistem pengelolaan, DLH juga tengah mendorong pembentukan bank sampah induk di tingkat kecamatan. Saat ini baru ada dua bank induk yang beroperasi, masing-masing di wilayah Balikpapan Selatan dan Utara. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan distribusi hasil olahan dari unit-unit bank sampah di kelurahan.
Selain bank sampah, DLH juga menggalakkan program sedekah sampah di tingkat RT. Program ini diinisiasi oleh masyarakat dengan konsep gotong royong, di mana warga diajak memilah dan menyumbangkan sampah bernilai ekonomis untuk kegiatan sosial.
“Kami mendorong perusahaan berpartisipasi melalui program CSR, misalnya dengan menyediakan keranjang sampah yang dapat disebar di lingkungan RT,” ujarnya.
Sudirman menambahkan, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah memang belum merata, namun kebiasaan positif mulai tumbuh, terutama di kalangan anak-anak dan keluarga muda.
“Langkah kecil seperti memilah sampah di rumah bisa membawa dampak besar bagi lingkungan,” tegasnya.
Dengan meningkatnya jumlah bank sampah dan partisipasi warga, DLH optimistis Balikpapan dapat memperkuat gerakan pengurangan sampah dari hulu, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.






