BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus melakukan penataan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kilometer 15 yang dirancang sebagai makam terpadu untuk berbagai agama. Kawasan pemakaman ini menampung area khusus untuk pemakaman umat Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha hingga Konghucu, dengan konsep yang lebih modern, teratur dan ramah lingkungan.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyatakan bahwa desain pemakaman tersebut berbeda dari makam konvensional. Selain sebagai tempat pemakaman, TPU Km 15 juga difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan area resapan air untuk mendukung ketahanan lingkungan kota.
“Karena ini makam terpadu, khusus untuk area Muslim kami tata dengan konsep berbeda. Lahannya cukup luas, sekitar 17 hektare, sehingga kami buat tanpa kijing atau nisan batu seperti makam-makam yang ada saat ini,” ungkap Sudirman, Jumat (14/11/2025).
Sebagai pengganti nisan batu, makam menggunakan plakat datar dengan penanaman rumput di bagian kiri dan kanannya sehingga tampak lebih rapi dan alami. Model ini juga berfungsi memperbesar daya serap tanah terhadap air hujan.
“Nah, jadi fungsinya juga bisa sebagai resapan air di sana. Itulah yang kami buat,” tambahnya.
Proses penataan TPU Km 15 dimulai sejak masa pemakaman korban Covid-19. Sejak itu, pembenahan terus dilakukan secara bertahap. Saat ini, fasilitas dasar seperti jalan beraspal, kantor penjaga, musala dan penerangan sudah tersedia.
Pada tahun 2025, DLH kembali menargetkan penataan lanjutan karena kondisi tanah berkontur dan berpotensi longsor jika tidak dikelola dengan baik. Sudirman menegaskan bahwa penataan tersebut penting untuk keamanan dan kenyamanan pemakaman. Ia mencontohkan kasus longsor yang beberapa kali terjadi di Pemakaman Gunung Guntur.
“Karena Kilometer 15 ini menjadi makam percontohan, maka akan kami tata lebih baik. Salah satunya dengan penggunaan plakat dan penanaman rumput,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan TPU ini sangat strategis karena juga berfungsi sebagai kawasan resapan air.
“Balikpapan ini kondisi airnya sulit. Kita hanya mengandalkan waduk dan hujan. Jadi kita butuh kawasan yang menjadi resapan air, salah satunya lokasi permakaman,” tegas Sudirman.
Dengan konsep terpadu dan ekologis, TPU Km 15 diharapkan menjadi pemakaman modern yang tidak hanya layak secara fungsi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan kota.






