BALIKPAPAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan kembali mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai. Imbauan ini dikeluarkan seiring meningkatnya potensi kecelakaan laut yang disebabkan oleh ombak tinggi serta arus kuat, terutama di area yang memiliki lengkungan pasir atau cekungan alami yang dapat menarik pengunjung ke tengah laut tanpa disadari.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya tidak menempatkan petugas pengawas di seluruh lokasi pantai. Hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dan luasnya garis pesisir yang harus dipantau. Sebagai langkah pencegahan, BPBD telah memasang sejumlah papan imbauan keselamatan di titik-titik strategis yang rawan insiden.
“Kami tidak menaruh petugas di pantai, tapi papan imbauan sudah tersedia agar masyarakat membaca dan memahami risiko. Di beberapa titik sering terjadi kecelakaan. Kami meminta warga tetap berhati-hati,” ujar Usman, Sabtu (22/11/2025).
Menurut Usman, salah satu bahaya utama saat bermain di pantai adalah ombak yang bisa datang secara tiba-tiba. Selain itu, bentuk dasar pantai yang tidak rata, terutama adanya lekukan atau cekungan pasir, dapat menciptakan arus balik yang kuat. Kondisi tersebut kerap membuat pengunjung terseret ke arah lebih dalam meski mereka merasa masih berada di zona aman.
“Kalau ombak besar, jangan ikut mandi. Banyak lengkungan pasir yang bisa membuat orang terseret. Jangan terlalu ke tengah,” katanya.
Usman juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak. Ia mengingatkan bahwa anak-anak memiliki risiko lebih besar terseret arus karena tubuh mereka lebih ringan dan mudah kehilangan keseimbangan.
“Anak-anak harus selalu dalam pengawasan orang dewasa. Ini penting untuk mencegah kecelakaan yang bisa terjadi hanya karena lengah sejenak,” tambahnya.
BPBD menyadari bahwa keselamatan di pantai sangat bergantung pada kesadaran dan kedisiplinan masyarakat. Meski papan imbauan telah dipasang, pencegahan tetap membutuhkan peran aktif pengunjung dalam mematuhi peringatan, memahami kondisi alam, dan menghindari aktivitas berisiko.
“Kami sudah menempatkan papan imbauan, tetapi semua kembali kepada masyarakat. Dengan membaca dan mematuhi peringatan, banyak risiko kecelakaan bisa diminimalkan,” ujar Usman.
Selain itu, BPBD mengimbau warga untuk selalu memantau kondisi cuaca sebelum pergi ke pantai, terutama pada musim hujan atau ketika tinggi gelombang diprediksi meningkat. Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama, diharapkan angka kecelakaan laut di Balikpapan dapat ditekan dan budaya sadar keselamatan semakin kuat di tengah masyarakat.






