BALIKPAPAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus mengintensifkan sosialisasi pencegahan kebakaran di sejumlah wilayah rawan selama satu pekan terakhir. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah kota untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, yang selama ini kerap terjadi akibat kelalaian dan kurangnya pemahaman mengenai standar keselamatan.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD dengan menyasar titik-titik berisiko tinggi, terutama kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki potensi kebakaran cukup besar. Melalui kegiatan ini, petugas tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mengedukasi warga secara langsung mengenai tindakan-tindakan pencegahan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sosialisasi ini diberikan supaya warga lebih berhati-hati. Pencegahan lebih baik daripada menunggu terjadi kebakaran,” ujar Usman pada Sabtu (22/11/2025). Ia menekankan bahwa edukasi langsung tetap menjadi metode paling efektif untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
Selain melakukan pendekatan tatap muka, BPBD juga memanfaatkan pengeras suara untuk menyampaikan pesan keselamatan di jalan-jalan, kawasan permukiman, serta lokasi-lokasi strategis lainnya. Metode ini dianggap mampu menjangkau lebih banyak warga dalam waktu singkat, terutama mereka yang tidak sempat mengikuti sosialisasi secara langsung.
Materi yang disampaikan dalam sosialisasi mencakup berbagai langkah pencegahan praktis. Di antaranya memeriksa kondisi kompor gas dan instalasi listrik secara berkala, memastikan kabel listrik tidak dalam keadaan rusak, menghindari pembakaran sampah secara sembarangan, serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain api. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan potensi bahaya, seperti kabel menggantung, korsleting, atau aktivitas berisiko tinggi di lingkungan sekitar.
Menurut Usman, keberhasilan pencegahan kebakaran sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan warga. “Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Jika masyarakat sadar dan ikut menjaga lingkungan, risiko kebakaran bisa diminimalkan,” tegasnya.
BPBD Balikpapan berharap rangkaian sosialisasi yang digelar secara berkelanjutan ini dapat menekan angka kejadian kebakaran sekaligus membangun budaya aman dan peduli keselamatan di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang semakin baik, warga diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan bijak dalam mencegah potensi bencana kebakaran.






