Cuaca Ekstrem Ancam Balikpapan, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

BALIKPAPAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan cuaca yang berlangsung cepat—dari panas ekstrem ke hujan deras dalam waktu singkat—menjadi tanda meningkatnya risiko bencana di sejumlah wilayah kota.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menegaskan bahwa pola cuaca ekstrem seperti ini berpotensi memicu berbagai kejadian yang mengancam keselamatan warga, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran rumah tangga. Ia menyebutkan bahwa situasi ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan yang lebih tinggi di tingkat keluarga.

“Cuaca sekarang tidak menentu. Saatnya panas terik sekali, saatnya hujan deras sekali. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujar Usman pada Sabtu (22/11/2025).

Menurut Usman, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan seperti lereng bukit, area yang kerap tergenang air, serta jalur aliran sungai harus mulai menyiapkan langkah antisipasi. Kesiapan keluarga dinilai penting agar warga bisa mengambil tindakan cepat ketika tanda-tanda bahaya mulai terlihat.

“Mereka yang tinggal di lereng bukit atau daerah tergenang harus tahu bagaimana menyiasati agar diri dan keluarga tetap aman saat hujan deras,” jelasnya.

Ia juga meminta warga untuk segera melapor kepada BPBD atau pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda pergeseran tanah, munculnya retakan di permukaan tanah, tiang listrik yang miring, atau perubahan struktur bangunan rumah. Indikasi tersebut sering kali menjadi tanda awal potensi longsor dan perlu ditangani sebelum kondisi memburuk.

Selain ancaman hidrometeorologi, Usman menekankan bahwa risiko kebakaran rumah tangga tetap perlu diwaspadai. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar kasus kebakaran terjadi akibat kelalaian kecil, seperti meninggalkan kompor menyala, tidak mematikan listrik saat tidak digunakan, atau membiarkan kabel rusak tetap tersambung.

“Selalu cek kompor, cek listrik. Kadang kita cuma masak air sebentar, lalu lupa. Hal-hal kecil seperti itu bisa memicu kebakaran,” ujarnya.

Karena itu, BPBD meminta masyarakat membiasakan pemeriksaan mandiri di rumah, terutama pada musim panas yang membuat api lebih cepat menjalar. Kedisiplinan menjaga keamanan rumah sehari-hari disebut menjadi salah satu cara efektif menekan risiko kebakaran.

Ke depan, BPBD Balikpapan berencana memperluas sosialisasi keselamatan ke kawasan permukiman, pusat keramaian, dan sekolah. Langkah ini diambil untuk memastikan semakin banyak warga yang memiliki pemahaman dasar mengenai prosedur keselamatan dan tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Dengan meningkatnya kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan masyarakat, BPBD berharap potensi bencana akibat cuaca ekstrem di Balikpapan dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *