BALIKPAPAN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, terutama memasuki periode cuaca ekstrem yang rentan memicu banjir, tanah longsor, hingga kecelakaan di wilayah perairan. Penguatan armada dan peralatan lapangan kini menjadi prioritas penting guna memastikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika situasi darurat terjadi.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan apresiasinya terhadap BPBD Provinsi Kalimantan Timur yang telah memberikan dukungan berupa sejumlah armada dan peralatan baru. Bantuan ini, katanya, sangat berarti untuk menambah kekuatan operasional di lapangan dan menutupi kekurangan yang selama ini dihadapi.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Balikpapan menyampaikan terima kasih atas dukungan bantuan armada dari BPBD Provinsi Kaltim. Ini sangat bermanfaat untuk menutupi kekurangan yang selama ini kami hadapi,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Adapun bantuan yang diterima terdiri dari 1 unit kapal cepat, 2 unit ekskavator mini, 3 unit perahu polietilen, dan 3 unit mesin perahu Yamaha 15PK. Menurut Usman, tambahan tiga perahu polietilen membuat total armada air BPBD Balikpapan kini mencapai lima perahu polietilen dan tiga perahu karet. Sebagian peralatan baru juga telah langsung diuji coba dalam operasi lapangan untuk memastikan kesiapan fungsionalnya.
“Mesin perahu 15PK sudah kami gunakan dalam operasi pencarian korban tenggelam di laut beberapa waktu lalu. Kami juga melakukan uji coba di Pantai Manggar untuk memastikan performanya optimal,” terangnya.
Meski demikian, Usman mengungkapkan masih ada kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi, yakni kendaraan towing untuk mengangkut ekskavator mini. Tanpa kendaraan tersebut, mobilitas ekskavator menjadi terbatas sehingga berpotensi memperlambat penanganan darurat, khususnya dalam kejadian tanah longsor atau akses jalan yang tertutup material.
“Ekskavator mini ini sangat berguna pada penanganan longsor, tetapi harus didukung kendaraan towing agar bisa cepat diterjunkan ke lokasi,” jelasnya.
BPBD menilai keberadaan kapal cepat dan perahu tambahan akan memperkuat operasi pencarian dan pertolongan di wilayah pesisir, sungai, hingga laut. Sementara ekskavator mini berperan penting untuk mempercepat pembersihan material longsor, membuka akses yang tertutup, serta membantu penanganan bencana yang memerlukan alat berat berukuran kompak dan mudah bermanuver.
Lebih lanjut, Usman menekankan bahwa peningkatan peralatan ini bukan sekadar penambahan aset, tetapi berpengaruh langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kehadiran peralatan baru ini diharapkan dapat berdampak nyata pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban bencana,” harapnya.
Dengan sistem respons cepat yang terus diperkuat, koordinasi yang semakin solid, serta dukungan logistik yang lebih memadai, BPBD Balikpapan berkomitmen menjadi lembaga yang tangguh, sigap, dan mampu melindungi keselamatan warga dari berbagai potensi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja. (*)






