DLH Balikpapan Prioritaskan Perawatan Taman Eksisting

BALIKPAPAN-Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman, menegaskan bahwa rencana penambahan taman khususnya di wilayah Balikpapan Utara masih sangat bergantung pada ketersediaan lahan serta kemampuan anggaran daerah. Hal ini ia sampaikan saat meninjau sejumlah taman eksisting sekaligus mengevaluasi kondisi sarana dan fasilitas bermain anak.

Menurut Sudirman, kebutuhan ruang terbuka hijau dan taman ramah anak di Balikpapan Utara cukup tinggi. Pertumbuhan jumlah penduduk tidak diiringi dengan ketersediaan lahan publik yang memadai untuk kegiatan bermain, berolahraga, dan interaksi sosial. Namun, pembangunan taman baru tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

“Penambahan taman di Balikpapan Utara sangat tergantung pada ketersediaan lahan. Kalau lahannya ada, tentu bisa kita jadikan taman. Tetapi yang menjadi masalah sekarang adalah keterbatasan anggaran,” jelasnya Minggu (23/11/2025).

Ia menyebutkan bahwa alokasi APBD untuk DLH masih terbatas, sehingga fokus utama saat ini adalah merawat dan meningkatkan kualitas taman yang sudah ada. Perawatan tersebut meliputi pemangkasan pohon, perbaikan fasilitas bermain, penataan lanskap, pemeliharaan rumput, hingga kebersihan rutin.

“Anggaran kita terbatas. Jadi fokus kami saat ini adalah memastikan taman-taman eksisting tetap nyaman dan aman bagi warga,” ujarnya.

Sudirman menekankan bahwa taman ramah anak bukan hanya berfungsi sebagai tempat bermain, tetapi juga ruang belajar informal, wahana kreativitas, serta sarana interaksi sosial yang sehat bagi keluarga. Karena itu, pemeliharaan yang baik sangat penting agar seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal.

Selain perawatan taman eksisting, DLH juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan kelurahan, kecamatan, hingga pihak swasta untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan kosong sebagai ruang hijau baru. Melalui skema kolaboratif ini, diharapkan penambahan taman di Balikpapan Utara dapat terealisasi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga taman. “Taman bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik bersama. Mari kita jaga kebersihan dan fasilitas yang ada,” imbaunya.

DLH turut mengkaji konsep inovatif seperti taman tematik, taman edukasi lingkungan, dan taman dengan fasilitas olahraga sederhana. Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi taman sebagai ruang hijau, sarana edukasi, sekaligus tempat aktivitas warga dari berbagai usia.

“Kami optimis, dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, pengembangan taman di Balikpapan Utara bisa diwujudkan secara berkelanjutan,” tutup Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *