BALIKPAPAN-Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas Politeknik Negeri Balikpapan melakukan kunjungan akademik ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan untuk mendalami implementasi aplikasi E-Link, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengelolaan sampah di Kota Balikpapan, Sabtu (15/11/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung mahasiswa terkait pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kota cerdas.
Kegiatan tersebut diikuti oleh empat mahasiswa, yakni Dwiky Kristian, Athar Rabbani, Raihan Rabbani, dan Ryan Angga, yang melakukan wawancara mendalam mengenai pengelolaan sampah berbasis digital serta bagaimana E-Link berperan dalam memperkuat layanan lingkungan.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa E-Link (Elektronik Lingkungan) dikembangkan sebagai upaya menghadirkan layanan lingkungan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi dalam satu platform.
“Melalui E-Link, masyarakat bisa melaporkan masalah lingkungan, mengakses informasi cuaca dan data sampah, serta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah,” jelas Sudirman.
Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur permohonan kunjungan ke fasilitas pengelolaan sampah, termasuk Tempat Pengolahan Akhir dan Material Recovery Facility (MRF). Fitur ini memungkinkan masyarakat, komunitas, maupun pelajar memahami proses pengelolaan sampah secara langsung.
“Tujuan kami adalah membuat layanan lingkungan lebih mudah diakses, agar target pengurangan sampah dapat tercapai,” tambahnya.
DLH Balikpapan sendiri memegang peran vital dalam pengelolaan sampah kota, mulai dari pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga pengelolaan MRF di kawasan Gunung Bahagia. Saat ini, DLH juga merencanakan pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) di setiap kecamatansebagai langkah strategis untuk mencapai target nasional pengurangan sampah sebesar 50 persen. Namun, capaian Balikpapan baru berada di angka 30 persen.
Meski demikian, implementasi E-Link masih menghadapi beberapa tantangan. Sudirman mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan aplikasi masih perlu ditingkatkan. Selain itu, E-Link saat ini baru tersedia untuk perangkat berbasis iOS.
“Kesadaran masyarakat untuk melaporkan pengelolaan sampah melalui aplikasi masih perlu ditingkatkan. Selain itu, akses E-Link masih terbatas karena baru tersedia di platform iOS,” ujarnya.
DLH berkomitmen memperluas jangkauan aplikasi dan memperkuat integrasi dengan layanan kota cerdas lainnya.
“Teknologi ini harus selaras dengan partisipasi masyarakat agar pengelolaan sampah di Balikpapan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegas Sudirman.
Para mahasiswa menilai kunjungan ini memberi wawasan penting mengenai teknologi lingkungan. Ketua tim, Dwiky Kristian, menyebut E-Link sebagai inovasi strategis yang dapat memperkuat budaya peduli lingkungan.
“Aplikasi ini mempermudah masyarakat mengakses layanan lingkungan, mulai dari pelaporan hingga edukasi pemilahan sampah. Ini langkah penting dalam mendukung konsep kota cerdas,” ujarnya.






