BALIKPAPAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram (kg) tetap aman selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. Kepastian tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama para agen dan Pertamina Patra Niaga.
Menurut Japar, dalam RDP tersebut pihaknya meminta penjelasan terkait kondisi terbaru stok elpiji 3 kg menjelang Ramadan dan Lebaran, mengingat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut.
“Kami sudah meminta penjelasan langsung dari agen dan Patra Niaga. Memang kuota untuk Balikpapan ada penurunan, tetapi Patra Niaga menjamin stok dalam posisi aman dan tetap tersedia di pangkalan-pangkalan resmi,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan konsumsi selama Ramadan menjadi faktor utama cepat habisnya stok di pangkalan. Tingginya kebutuhan memasak membuat distribusi elpiji subsidi lebih cepat terserap pasar. “Biasanya begitu datang langsung habis. Itu bukan berarti langka, tetapi karena pemakaian meningkat tajam,” jelas politisi PKS.
Komisi II juga mencermati bahwa pengguna elpiji subsidi tidak hanya masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga kalangan menengah ke atas. Hal ini dinilai turut memengaruhi ketersediaan stok di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi, operasi pasar telah dilakukan pada 10–18 Februari 2026. Ke depan, operasi pasar direncanakan kembali digelar menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan, menyesuaikan situasi dan kebutuhan di lapangan. “Kita lihat perkembangan nanti. Jika memang diperlukan, operasi pasar akan kembali dilakukan untuk menjaga ketersediaan,” tegasnya.
Terkait harga, Japar mengingatkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Balikpapan sebesar Rp19.000, dengan batas tertinggi sekitar Rp20.000. Jika ditemukan harga lebih tinggi di masyarakat, hal itu diduga akibat praktik pengecer yang membeli di harga HET dan menjual kembali dengan margin lebih besar.
DPRD pun mengimbau masyarakat membeli elpiji subsidi di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai ketentuan dan distribusi lebih terkontrol.(*)






