Syarifuddin Oddang: Waspada Kebakaran Saat Ramadan

BALIKPAPAN-Meningkatnya aktivitas memasak selama Ramadan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran rumah tangga. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat menyiapkan menu berbuka puasa dan sahur.

Menurutnya, penggunaan kompor gas LPG yang intensif di bulan puasa harus diimbangi dengan pengecekan rutin terhadap tabung, regulator, dan selang gas. “Saat masak untuk sahur dan berbuka kita perlu berhati-hati. Dalam menjalankan ibadah puasa, khususnya saat berada di dapur, kita harus benar-benar periksa dengan baik,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Syarifuddin Oddang kerap disapa Oddang menekankan, sebagian besar masyarakat Balikpapan menggunakan LPG untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Tanpa kehati-hatian, potensi kebocoran gas atau kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala bisa memicu kebakaran. “Kita rata-rata menggunakan gas LPG. Itu yang harus kita perhatikan, karena kelalaian sedikit bisa mengakibatkan banyak hal, seperti kebakaran,” tegasnya.

Ia mengingatkan warga agar tidak meninggalkan dapur tanpa pengawasan saat kompor menyala, serta rutin memeriksa kondisi instalasi gas di rumah. Langkah sederhana seperti memastikan tidak ada bau gas dan mengecek karet seal regulator dinilai sangat penting untuk mencegah insiden.

Selain instalasi gas, Oddang juga mengimbau masyarakat memperhatikan instalasi listrik yang sering kali menjadi pemicu kebakaran, terutama saat penggunaan alat elektronik meningkat.

Ia menyarankan warga menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sederhana di rumah sebagai langkah antisipasi awal sebelum api membesar. “Ini langkah pencegahan, jauh lebih baik daripada penanganan setelah terjadi musibah,” katanya.

DPRD Kota Balikpapan berharap kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dapat meningkat selama Ramadan, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan aman dan nyaman. “Kita semua tentu ingin menjalankan ibadah dengan tenang. Kewaspadaan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Meningkatnya aktivitas rumah tangga di bulan suci ramadan, pentingnya perhatian terhadap keselamatan saat berada dapur ataupun setelah dari dapur, sehingga ketenangan dan kekhusyukan saat menjalankan ramadan terjaga dengan baik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *