BALIKPAPAN- Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, menekankan perlunya kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat status Balikpapan sebagai kota layak dan ramah anak.
Pernyataan ini disampaikan menyusul penghargaan yang diterima kota Balikpapan dari pemerintah pusat, serta peresmian Taman Bekapai atau taman literasi oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak.
Menurut Iwan, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi dorongan nyata dalam implementasi Rencana Strategis (Renstra) Pembangunan Kota, meski anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan KB (DP3AKB) terbatas.
“Penghargaan ini harus menjadi spirit bagi seluruh OPD. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, semuanya harus harmonis dalam mewujudkan kota layak anak yang sesungguhnya,” ujar Iwan, pada hari Kamis (19/2/2026).
Iwan menekankan pentingnya integrasi program antar-OPD. Contohnya, Dinas Pekerjaan Umum dapat menghadirkan ruang terbuka hijau yang dilengkapi tempat bermain dan taman literasi. Sementara pembangunan gedung publik, baik rumah sakit, bank, maupun layanan masyarakat lainnya, harus menyediakan ruang bermain, area menyusui, dan fasilitas ramah anak lainnya.
“Ini sudah bisa dituangkan dalam bentuk Peraturan Kepala Daerah. Tujuannya agar fasilitas publik benar-benar mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Lebih jauh, Iwan menyebut bahwa fokus pada anak bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Langkah-langkah ini diyakini akan membantu DP3AKB dalam menyusun kebijakan yang mendorong Balikpapan menjadi kota ramah anak secara nyata, bukan hanya di atas kertas.
“Anak-anak adalah masa depan kita. Jika lingkungan dan fasilitas mendukung, generasi muda Balikpapan bisa tumbuh cerdas, kreatif, dan sehat,” tegasnya.
Para pengamat menilai, strategi kolaboratif ini bisa menjadi model bagi kota lain dalam mewujudkan kota layak anak. Dengan sinergi antar OPD dan dukungan kebijakan yang jelas, Balikpapan diharapkan tidak hanya meraih penghargaan formal, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi kualitas hidup anak-anak dan keluarga di kota ini.(*)






