BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menegaskan pentingnya penguatan pendidikan lingkungan sejak usia dini dalam penutupan Pekan Perlombaan 2026 yang digelar Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus kampanye kepedulian lingkungan bagi generasi muda di Kota Balikpapan.
Sebelumnya, pekan perlombaan resmi dibuka di Ruang Terbuka Hijau Lapangan Brimob SPN Stalkuda dan berlangsung selama lebih dari sepekan, mulai 22 April hingga 2 Mei 2026. Beragam kegiatan digelar, mulai dari lomba seni, kreativitas anak, hingga edukasi lingkungan yang melibatkan ratusan siswa tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan momentum tersebut menjadi sarana strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak sejak dini.
“Pendidikan lingkungan hidup harus dimulai sejak dini karena anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.
DLH juga mendukung program pengelolaan sampah berbasis sekolah yang dijalankan Yayasan Kemala Bhayangkari. Salah satu implementasinya dilakukan melalui Bank Sampah Unit “Pelita” di SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan.
Dalam satu bulan terakhir, unit tersebut aktif melakukan pemilahan, pengumpulan, penimbangan hingga penyetoran sampah ke Bank Sampah Induk “Kota Hijau” Balikpapan. Program itu melibatkan siswa, guru, dan orang tua guna membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah maupun sekolah.
Sampah yang telah dipilah kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi. Hasil pengelolaan tersebut bahkan diarahkan untuk ditabung melalui program tabungan emas sebagai bentuk edukasi finansial sekaligus mendorong kemandirian anak sejak dini.
Ketua Bhayangkari Kalimantan Timur, Natasha Endar Priantoro, menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah konkret membentuk generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.
“Balikpapan menghasilkan sekitar 540 ton sampah per hari. Ini menjadi tantangan bersama, dan kami ingin berkontribusi melalui program pengelolaan sampah yang melibatkan siswa sejak dini,” katanya.
Penutupan pekan perlombaan berlangsung meriah dengan partisipasi 144 sekolah dasar dan puluhan taman kanak-kanak se-Balikpapan dalam 13 kategori lomba. Selain pertunjukan seni, kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi melalui inovasi kostum berbahan limbah anorganik.
DLH menilai pendekatan kreatif dalam kegiatan tersebut efektif menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus membangun karakter anak yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor pun diharapkan terus diperkuat guna mendukung terwujudnya Balikpapan sebagai kota hijau yang berdaya saing dan ramah lingkungan.






