DPRD Balikpapan Dorong Penyelesaian Tuntas Pembangunan RSIA Sayang Ibu, Pastikan Kepentingan Warga Jadi Prioritas

BALIKPAPAN-Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan pentingnya penyelesaian menyeluruh terhadap berbagai persoalan dalam pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu, baik dari sisi administrasi, teknis pembangunan, maupun dampaknya terhadap masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan dalam rangka pembahasan lanjutan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Balikpapan, yang tengah mengidentifikasi berbagai persoalan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.

Menurut Yono, DPRD memandang perlu adanya kejelasan menyeluruh mulai dari aspek kontrak, perpanjangan pekerjaan, hingga dampak sosial yang dirasakan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan, khususnya di wilayah Balikpapan Barat.

“Kita ingin memastikan semua persoalan teridentifikasi dengan jelas, termasuk dampak yang dirasakan masyarakat. Ini menjadi perhatian utama kami sebagai wakil rakyat,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah adanya pengembalian dana dari pihak kontraktor berdasarkan hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). DPRD mencatat bahwa pengembalian tersebut telah dilakukan, dan meminta pemerintah kota melalui OPD terkait untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Kami mendorong agar ada keterbukaan informasi, supaya tidak muncul persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” jelasnya.

DPRD juga menegaskan bahwa pembangunan RSIA Sayang Ibu tetap menjadi prioritas, namun untuk sementara waktu perlu dilakukan penataan dan penyelesaian seluruh persoalan yang ada pada periode anggaran sebelumnya sebelum melanjutkan tahap pembangunan berikutnya.

Yono menambahkan, DPRD juga tengah mendorong adanya evaluasi independen terhadap progres dan hasil pekerjaan, termasuk kesesuaian antara realisasi pekerjaan dengan nilai anggaran yang telah digunakan.

“Ini penting agar semua proses berjalan transparan dan sesuai aturan. Kalau ada ketidaksesuaian, tentu harus diselesaikan terlebih dahulu,” katanya.

Selain aspek teknis dan keuangan, DPRD juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak sosial pembangunan terhadap masyarakat sekitar, termasuk potensi kerugian yang mungkin timbul selama proses pembangunan berlangsung.

Ia menegaskan bahwa ke depan, setiap perencanaan anggaran pembangunan fasilitas publik perlu lebih komprehensif dengan memasukkan aspek dampak sosial bagi warga terdampak. “Pembangunan tidak hanya soal fisik, tapi juga harus memperhatikan masyarakat yang ada di sekitarnya,” tegasnya.

Adanya langkah identifikasi menyeluruh ini, DPRD berharap pembangunan RSIA Sayang Ibu dapat kembali berjalan secara lebih tertib, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Balikpapan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *