BALIKPAPAN, Kaltimonline.com – Kesehatan menjadi fokus utama yang harus segera ditingkatkan di Kota Minyak, Balikpapan. Dengan pertumbuhan penduduk yang pesat akibat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek strategis nasional Kilang Minyak Balikpapan, banyak pendatang dari luar daerah yang memilih menetap di Balikpapan.
Lonjakan jumlah penduduk ini menuntut peningkatan fasilitas kesehatan, khususnya di kawasan Balikpapan Barat.
Saat ini, warga Balikpapan Barat masih harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengakses rumah sakit utama di kota ini, RSUD Kanujoso Djatiwibowo, yang terletak di Balikpapan Utara. Oleh karena itu, pemerintah setempat di bawah kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud berencana membangun rumah sakit baru di Balikpapan Barat, guna memudahkan akses layanan kesehatan bagi warga setempat.
Anggota DPRD Balikpapan dari Komisi III, Ari Sanda, juga menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan ini. Menurutnya, keberadaan rumah sakit di Balikpapan Barat merupakan kebutuhan mendesak.
“Ini menjadi prioritas utama dan harus segera diwujudkan, terlebih saya berasal dari daerah pemilihan Balikpapan Barat,” ujar Ari Sanda.
Pembangunan fisik rumah sakit ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar 125 miliar rupiah, dengan target pembangunan fisik akan dilanjutkan pada tahun 2025. Ari Sanda juga memastikan bahwa pihaknya akan mengawasi proses pembangunan ini hingga tuntas, demi menyediakan fasilitas kesehatan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Balikpapan Barat.
Saat ini, jumlah penduduk Balikpapan mencapai sekitar 1,5 juta jiwa, meningkat drastis dari sekitar 760 ribu jiwa lima tahun lalu. Pertambahan jumlah penduduk ini sebagian besar dipengaruhi oleh status Balikpapan sebagai penyangga IKN dan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Minyak Balikpapan yang menarik pekerja dari luar daerah.
Ari Sanda mengaku, dengan semakin padatnya penduduk, penambahan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan mendesak agar layanan kesehatan bagi warga dapat terpenuhi dengan baik. Pembangunan rumah sakit di Balikpapan Barat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi akses kesehatan masyarakat, sekaligus sebagai langkah nyata pemerintah dalam mendukung kesejahteraan warga Kota Balikpapan.(*)






