Balikpapan Gencarkan Pembinaan UMKM, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Nasional dan Global

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat ekosistem pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP), berbagai program pembinaan dijalankan untuk menjadikan produk lokal tidak hanya unggul secara mutu, tetapi juga berdaya saing hingga tingkat nasional dan internasional.

Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengatakan peningkatan kualitas produk menjadi fokus utama dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota berdaya saing dan mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya tumbuh, tapi juga tangguh dan mampu menghasilkan produk yang layak bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujar Heruressandy, Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, kualitas menjadi faktor penentu daya saing. Karena itu, DKUMKMP secara konsisten menggelar berbagai pelatihan peningkatan mutu dan standarisasi produk, mencakup teknik pengemasan, pelabelan, branding, sertifikasi halal, serta uji mutu dan keamanan produk.

Pelatihan ini melibatkan lembaga nasional seperti Balai Besar Standardisasi dan Jasa Industri (BBSJI) serta BPOM, agar pelaku UMKM memahami pentingnya standar mutu sebagai syarat menembus pasar modern dan platform e-commerce.

Selain pembinaan, DKUMKMP juga memberikan fasilitasi legalitas usaha secara gratis, termasuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, sertifikat halal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan pendaftaran merek dagang. “Kami ingin memastikan produk lokal Balikpapan tidak terhambat regulasi ketika masuk ke pasar modern atau platform digital,” tegasnya.

Melalui program UMKM Naik Kelas, DKUMKMP turut menyediakan pendampingan desain dan inovasi produk dengan melibatkan desainer lokal, akademisi, dan pelaku industri kreatif. Upaya ini tidak hanya mempercantik tampilan kemasan, tetapi juga memperkuat identitas merek dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sejalan dengan transformasi digital, pemerintah juga menyiapkan pelaku UMKM agar melek teknologi. Pelatihan pemasaran digital, fotografi produk, hingga manajemen toko online rutin digelar, agar pelaku usaha mampu menjangkau pasar melalui Shopee, Tokopedia, dan Balikpapan Mall Online.

Untuk memperkuat permodalan, DKUMKMP menggandeng lembaga keuangan serta penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekaligus memberikan pelatihan literasi keuangan dan perencanaan bisnis.

“Kami ingin UMKM Balikpapan tidak hanya besar dalam jumlah, tetapi kuat dalam kualitas dan manajemen. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Heruressandy.

Dengan langkah terarah tersebut, Balikpapan menegaskan komitmennya menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah dan motor penggerak ekonomi kreatif menuju pasar nasional dan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *