BALIKPAPAN- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Yono Suherman mengungkapkan apresiasi, atas capaian Kota Balikpapan yang berhasil meraih peringkat kedua terbaik nasional, dalam kinerja pengelolaan sampah tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebagai bentuk evaluasi, atas tata kelola kebersihan dan pengurangan sampah di daerah.
Meski demikian, Yono menyebut bahwa pada 2025 tidak ada satu pun kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih kategori Adipura maupun Adipura Kencana. Hal ini menjadi catatan penting dalam perubahan sistem dan indikator penilaian yang diterapkan pemerintah pusat.
Menurut Yono, penilaian tahun ini tidak semata-mata berfokus pada penghargaan Adipura seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah pusat melakukan penyesuaian program dan indikator, sehingga penilaian lebih menitikberatkan pada kinerja riil pengelolaan sampah, sinergitas kebijakan, serta capaian pengurangan sampah di daerah.
“Pengukurannya bukan hanya sekadar Adipura, tetapi lebih pada bagaimana sinergi program pusat dan daerah berjalan efektif. Dengan adanya kompetisi dan format baru ini, kita berharap Balikpapan bisa terus meningkatkan kualitas kebersihan dan tata kelola kota,” ujarnya Minggu (1/3/2026) usai melaksanakan safari ramadan, di Masjid Agung At Taqwa.
Capaian peringkat kedua nasional dinilai menjadi bukti bahwa sistem pengelolaan sampah di Balikpapan sudah berada pada jalur yang tepat, meskipun tantangan untuk meraih Adipura kembali masih cukup besar.
Yono menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah kota, DPRD, dan masyarakat dalam menerapkan aturan serta membangun budaya sadar lingkungan.
Pemerintah kota, lanjutnya, perlu terus memperkuat regulasi dan tata kelola, sementara masyarakat diharapkan aktif mendukung melalui pemilahan sampah, pengurangan sampah rumah tangga, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kita harus bersinergi. Pemerintah membuat aturan pengelolaan dan tatanan kota, masyarakat juga harus memiliki kesadaran yang sama untuk membangun Balikpapan yang bersih, indah, dan tertata,” tegasnya.
Walaupun tahun 2025 tidak ada daerah yang meraih Adipura, Yono optimistis Balikpapan memiliki peluang besar untuk kembali mendapatkan penghargaan tersebut di masa mendatang. Dengan posisi peringkat kedua nasional, Balikpapan dinilai tinggal memperkuat sejumlah indikator, khususnya dalam aspek pengurangan sampah dari sumber dan konsistensi implementasi kebijakan.
Ia berharap capaian ini menjadi motivasi bersama untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan, sehingga Balikpapan tidak hanya dikenal sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, tetapi juga sebagai kota yang unggul dalam kebersihan dan tata kelola lingkungan.(*)






