BPBD Ajak Warga Balikpapan Bangun Budaya Siaga Kebakaran di Lingkungan Sendiri

BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menegaskan bahwa pencegahan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan harus menjadi kesadaran bersama antara masyarakat, kelurahan, dan relawan kebencanaan.

Melalui kolaborasi lintas sektor, BPBD berupaya membangun budaya siaga kebakaran di tingkat lingkungan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk dan perbukitan.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan bahwa pencegahan dini merupakan kunci utama untuk menekan risiko kebakaran permukiman yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menunggu bantuan. Pencegahan bisa dimulai dari rumah masing-masing, bahkan dari tingkat RT. Minimal ada kesadaran untuk mengamankan rumah sendiri, maksimalnya membantu tetangga sekitar,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Sebagai langkah nyata, BPBD meluncurkan program bantuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dapat diajukan masyarakat melalui kelurahan. Program ini dirancang sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan warga, guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Namun, Usman menjelaskan bahwa pengadaan APAR dilakukan melalui mekanisme hibah daerah yang membutuhkan proses dan persetujuan dari Wali Kota Balikpapan, sehingga pelaksanaannya tidak dapat dilakukan setiap tahun.

“Program ini bukan sekadar bagi-bagi alat, tapi bagian dari membangun kesadaran. Prosesnya memang panjang karena menyangkut anggaran hibah. Tapi yang lebih penting adalah masyarakat bisa berinisiatif mengantisipasi sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah sederhana seperti menyiapkan alat pemadam di rumah, mengenali sumber api potensial, serta saling membantu antarwarga, dapat menjadi tindakan awal yang efektif dalam menekan risiko kebakaran.

“Kalau masyarakat bisa tanggap sejak awal, api kecil bisa langsung dipadamkan. Itu jauh lebih efektif daripada menunggu bantuan datang,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga menggandeng relawan Kampung Tangguh Bencana (Katana) dan pihak kelurahan untuk memperkuat edukasi serta pelatihan pencegahan kebakaran di tingkat komunitas.

Relawan Katana, kata Usman, memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kesiapsiagaan, pelatihan penggunaan APAR, hingga simulasi evakuasi darurat di lingkungan warga.

“Melalui Katana, pesan-pesan kesiapsiagaan bisa langsung menjangkau warga di tingkat RT. Ini cara kami memastikan edukasi berjalan berkelanjutan,” tambahnya.

Usman berharap, semakin banyak warga yang memiliki kesadaran pencegahan kebakaran, maka risiko bencana bisa diminimalisasi, dan lingkungan menjadi lebih aman.

“Kami ingin membentuk masyarakat yang tangguh bencana. Karena keselamatan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *