BPBD Kota Balikpapan Menghimbau Warga, Waspada Banjir dan Longsor di Musim Penghujan

BALIKPAPAN, kaltimonline.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termaksud lurah dan camat untuk menghimbau warganya untuk selalu waspada akan bahaya longsor dan banjir. Hal ini mengingat kondisi cuaca yang cukup ekstrim terjadi di Kota Balikpapan dalam satu bulan terakhir ini.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan menghimbau warga , untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama tanah longsor dan banjir, seiring dengan intensitas hujan yang terus meningkat.

“Kita terus imbau warga untuk meningkatkan kewaspadaannya, saat cuaca yang tidak menentu seperti dalam satu bulan terakhir ini,” tegasnya, Senin (2/12/2024).

“Kami juga minta kepada OPD terkait, Lurah, Camat, dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk memperhatikan daerah-daerah atau titik rawan longsor yang dihuni masyarakat. Paling tidak, lakukan pemberitahuan sejak dini kepada daerah-daerah tersebut,” sambungnya.

Usman Ali menjelaskan, masyarakat juga perlu waspada terhadap tanda-tanda alam yang dapat menjadi indikator terjadinya bencana. Jika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, warga diminta segera mencari tempat yang lebih aman, terutama di daerah rawan longsor seperti kawasan bukit yang sering diterpa hujan deras.

Usman mengingatkan agar warga selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. BPBD Balikpapan kini terus menyiapkan langkah-langkah antisipasi bencana. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota BPBD, mulai dari pimpinan hingga petugas di lapangan, siaga penuh 24 jam untuk menghadapi segala kemungkinan bencana.

“Kami on the road 24 jam untuk siap siaga menghadapi potensi bencana,” katanya.

Usman menambahkan, ada beberapa titik rawan longsor yang perlu diwaspadai di antaranya adalah kawasan Perapatan, Gunung Sari, Kariangau, serta daerah perbukitan lainnya di sekitar Balikpapan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memprediksi bahwa puncak musim hujan akan berlangsung hingga Desember mendatang.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Diyan Novrida, menjelaskan bahwa peralihan musim dari kemarau ke musim hujan dimulai pada September 2024, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2024.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *