BALIKPAPAN – Pelaksanaan Pilkada di Kota Balikpapan berjalan lancar dan damai tanpa adanya masalah signifikan.
Meskipun partisipasi pemilih hanya mencapai 60,33%, lebih rendah dari target 85%, pelaksanaan Pilkada ini tetap berjalan dengan sukses.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengapresiasi kelancaran Pilkada 2024 yang berjalan dengan damai di kota Balikpapan.
Walau demikian , dirinya berharap agar KPU Kota Balikpapan dapat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan positif, termasuk dalam dunia politik.
“KPU diharapkan terus memberikan pendidikan politik yang efektif kepada seluruh masyarakat. Dengan demikian, kesadaran masyarakat untuk berpolitik akan meningkat, dan partisipasi dalam pemilu yang damai dapat lebih optimal,” ujarnya kepada awak media Sabtu (24/2) malam.
Dalam evaluasi pelaksanaan Pilkada, dirinya memberikan beberapa masukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih di masa mendatang.
Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi pemilih adalah penggabungan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Menurutnya jarak TPS yang cukup jauh dari tempat tinggal pemilih menjadi salah satu alasan mengapa banyak warga yang tidak datang untuk memberikan suara.
“Meskipun penggabungan TPS bertujuan untuk efisiensi anggaran, namun hal ini justru berdampak pada rendahnya tingkat partisipasi. Selain itu, cuaca yang tidak mendukung juga menjadi faktor penghambat,” jelas Yono.
Sebagai solusi, Yono mengusulkan agar TPS lebih diperluas dan ditempatkan lebih dekat dengan pemilih di setiap wilayah.
“Kami berharap KPU dapat memperluas dan mendekatkan TPS agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan demikian, partisipasi pemilih bisa meningkat dan target KPU untuk mencapai partisipasi yang lebih tinggi dapat tercapai,” tutupnya.
Dengan berbagai evaluasi dan masukan tersebut, diharapkan KPU dapat memperbaiki pelaksanaan Pilkada di masa depan dan meningkatkan partisipasi pemilih agar lebih optimal.






