Dinas Sosial Membantu Kaum Difabel Berupa Peralatan hingga Peningkatan Skill

BALIKPAPAN, kaltimonline – Dinas Sosial Balikpapan kembali menegaskan, akan terus memberikan perhatian kepada kaum difabel di Balikpapan. Adapun bantuan tidak hanya peralatan Salah satunya secara bertahap memenuhi kebutuhan kaum difabel di Kota Minyak. Adapun pemenuhan itu diantaranya bantuan peralatan hingga peningkatan skill penyandang disabilitas agar mudah terserap di dunia kerja.

Menurut Kepala Dinas Sosial Balikpapan Edi Gunawan, adapun target Dinas Sosial dengan memberikan bantuan 100 unit alat pada anggaran 2025. Misalnya tongkat, kursi roda, alat pendengar, dan lainnya. Sementara untuk tahun ini, pihaknya sudah menyalurkan bantuan sekitar 50 unit alat.

“Teknisnya kami yang mendata kebutuhan mereka. Ini berdasarkan laporan dari pekerja sosial di tingkat kelurahan kecamatan,” ujarnya. Sabtu (30/11/2024).

Edy menjelaskan, pihaknya masih menunggu data masuk, dan selanjutnya akan melakukan pengadaan bantuan. Namun menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Ini program rutin dari pemerintah kota tapi karena keterbatasan anggaran, pemberian bantuan kepada difabel harus bertahap,” ujarnya.

Lanjut Edy, bantuan ini tidak hanya mengandalkan dari pemerintah daerah. Melainkan ada juga dari Kementerian Sosial. Khususnya untuk bantuan alat kepada disabilitas kategori berat. Misal mengalami kelumpuhan dan butuh kursi roda khusus yang bisa berfungsi sebagai tempat tidur.

Tidak hanya bantuan alat, Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan memberi bantuan peningkatan skill dengan bentuk pelatihan bagi disabilitas. Contohnya pelatihan servis elektronik hingga perbengkelan.

”Kami bersyukur dengan bantuan pelatihan ini bisa membuat penyandang disabiltas terserap di dunia kerja. Mulai dari perbaikan AC, handphone, TV, dan sebagainya. Ada yang sudah bekerja di konter handphone dengan gaji UMK,” tegasnya.

Edy menambahkan, untuk perusahaan dapat menerima disabilitas, dengan ketentuan memiliki sertifikasi keahlian. Namun demikian, ada syarat-syarat yang ditentukan perusahaan. Rata-rata tetap bisa bekerja seperti orang normal, meski dengan kondisi sedikit terbatas. Maka Dinas Sosial terus mendorong berbagai pelatihan agar difabel di Kota Beriman memiliki skill.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *