BALIKPAPAN,Kaltimonline.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan memastikan komoditas pangan yang ada di kota Balikpapan masih aman menjelang Natal dan Tahun Baru serta sampai Maret 2025. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan , Haemusri.
“Kami akan melaksanakan operasi pasar murah di seluruh kecamatan di Balikpapan. Sehingga harga komoditas pangan
Menurut Haemusri, pihaknya akan kembali menggelar operasi pasar murah di seluruh kecamatan di Balikpapan. Guna mengantisipasi terjadinya kenaikan harga komoditas pangan di Balikpapan. ”Beberapa tahap operasi pasar murah sebelumnya telah dilakukan, termasuk saat momentum puasa dan Idul Fitri, dan akan dilanjutkan lagi menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.
Haemusri menjelaskan, untuk ketersediaan pasokan pangan di Balikpapan masih mencukupi. “Bila dilihat dari komoditas yang ada, ketersediaan pasokan pangan untuk di Balikpapan masih mencukupi,” ujarnya.
Haemusri mengaku, meskipun daya beli masyarakat biasanya meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru, namun Disdag akan membantu menjaga ketersediaan pasokan ini. Untuk itu, Intervensi pemerintah ini juga bertujuan untuk menjaga kestabilan harga, agar Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan tetap sesuai. Haemusri menjelaskan bahwa ketersediaan bahan pokok seperti beras masih mencukupi berdasarkan informasi dari Bulog, yang menyatakan bahwa stok beras di Balikpapan cukup hingga awal tahun depan.
“Begitu juga untuk komoditas lain masih mencukupi hingga Desember mendatang,” ujarnya.
Haemusri menambahkan, meskipun bukan kota penghasil, menjadi prioritas dalam pendistribusian bahan pokok karena sering menjadi tuan rumah event nasional.
“Balikpapan menjadi sangat prioritas karena dipengaruhi pergelaran event nasional yang kebanyakan digelar di kota ini,” katanya.
Kendati demikian, Balikpapan kini sedang menjalani Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang utama Ibu Kota Nusantara, yang membuat kota ini semakin prioritas. Terkait distribusi bahan pokok, Haemusri mengungkapkan bahwa pasokan didatangkan melalui dua jalur, yaitu pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. “Biasanya jalur distribusi itu didatangkan dari Jawa dan Sulawesi,” ujarnya.
Selain bahan pokok, Haemusri juga memastikan bahwa kebutuhan bahan bakar minyak dan gas elpiji masih tersedia hingga akhir tahun. “Gas dan BBM hingga akhir tahun juga masih mencukupi,” pungkasnya.(ADV)






