TENGGARONG – Semangat masyarakat desa dalam menghidupkan pariwisata lokal melalui gelaran festival dan kegiatan budaya mendapatkan perhatian serius dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah daerah menilai tren ini sebagai sinyal positif tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap potensi wisata yang dimiliki masing-masing wilayah.
Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi semangat masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan wisata, termasuk festival budaya, kuliner, dan seni di wilayah desa.
“Dinas Pariwisata sangat berkomitmen dalam hal ini. Kami sangat mengharapkan keterlibatan dari seluruh pelaku pariwisata di berbagai lapisan, baik itu pemerintah desa, kelompok masyarakat, maupun sektor usaha. Semua itu menjadi kekuatan bersama dalam membangun pariwisata Kukar ke depan,” ungkapnya.
Dirinya menilai semakin banyaknya destinasi dan kegiatan wisata di Kukar akan berdampak langsung pada meningkatnya minat kunjungan wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah. Arianto menggambarkan situasi ideal di mana para wisatawan tidak hanya mengunjungi satu objek wisata, tetapi dapat menikmati beragam destinasi dalam satu hari perjalanan.
“Semakin banyak destinasi wisata yang tumbuh, maka semakin beragam pilihan wisata yang bisa dinikmati. Bayangkan kalau dalam satu hari orang bisa mengunjungi lima sampai enam tempat berbeda, itu pasti membuat pengalaman wisata jadi lebih menarik dan tidak monoton,” tuturnya.
Konsep kunjungan multipoint ini menjadi daya tarik tersendiri dalam promosi pariwisata daerah. Dengan mengemas destinasi-destinasi unggulan yang berdekatan dalam satu paket perjalanan, Kukar dapat menawarkan pengalaman wisata yang efisien dan menyenangkan.
“Itu yang sedang kami dorong. Kita bisa promosikan ke luar daerah bahwa di Kukar ada destinasi A, B, C, dan D yang lokasinya berdekatan dan bisa dikunjungi dalam satu hari. Ini akan memudahkan dalam menyusun paket wisata dan menjadi daya tarik promosi yang kuat,” tambahnya.
Arianto juga menegaskan pertumbuhan destinasi wisata di desa tidak hanya memperkuat citra Kukar sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga membantu pemerintah dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi lokal.
“Ketika destinasi-destinasi wisata ini tumbuh dan dikelola dengan baik, hal itu sangat membantu pemerintah dalam mempromosikan Kukar. Karena masyarakat sudah bergerak lebih dulu, dan kami tinggal mendampingi serta memperkuat dari sisi promosi dan pembinaan,” jelasnya.
Arianto optimistis bahwa Kukar akan mampu mewujudkan visi sebagai kabupaten yang dikenal luas melalui potensi pariwisatanya.
“Insya Allah, Kukar ke depan bisa menjadi kota pariwisata yang diperhitungkan, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.






