BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus berupaya memberikan perlindungan kepada petugas kebersihan. Khususnya saat mereka sedang bertugas di lapangan. Di mana para pengguna jalan harus turut memiliki kepedulian terhadap keselamatan petugas yang bekerja di jalan raya.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengakui adanya risiko kecelakaan yang mengancam para petugas kebersihan. Terutama ketika pembersihan sejumlah ruas jalan utama kota pada siang dan malam hari. Hal itu terjadi karena pengendara kerap mengabaikan rambu dan perlengkapan keselamatan yang telah terpasang.
“Kami terus mengupayakan perlindungan maksimal kepada para petugas. Namun hal itu belum cukup tanpa kesadaran dari masyarakat. Tidak bisa pengendara yang melintas terus mengabaikan rambu-rambu yang ada,” ujarnya, Senin (26/05).
Sudirman menjelaskan petugas kebersihan selalu menggunakan perlengkapan standar seperti traffic cone, rompi reflektif, hingga senter lalu lintas khusus untuk malam hari. Namun, kecelakaan memang mungkin saja terjadi dalam berbagai keadaan. Apalagi pada kawasan jalan protokol yang padat dan kendaraan berkecepatan tinggi.
“Lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta misalnya. Itu menjadi kawasan padat dan cukup berisiko pada jam-jam sibuk kendaraan. Kendaraan yang datang dari daerah kilo itu luar biasa lajunya. Akibatnya, risiko kecelakaan saat malam hari memang cukup besar,” jelasnya.
Untuk itu, menurut Sudirman, DLH Balikpapan terus mengingatkan pengguna jalan agar lebih waspada dan memperlambat laju kendaraan di jalan raya. Khususnya saat melintasi lokasi yang sedang ada pembersihan. Ia mengingatkan keselamatan petugas kebersihan harus menjadi perhatian bersama. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kerja sama semua pihak termasuk para pengendara. Kan petugas kebersihan juga bagian dari warga kota. Mereka perlu bekerja dengan kondisi yang aman. Yang melintas juga harus aman,” tuturnya lagi.
Sudirman menambahkan pihaknya juga berencana meningkatkan kampanye keselamatan di jalan raya dengan menggandeng kepolisian dan komunitas otomotif. Agar masyarakat mendapatkan edukasi dan kesadaran kolektif. Sehingga melalui langkah ini mampu meningkatkan kepedulian mereka terhadap pentingnya menjaga keselamatan para petugas kebersihan.
“Para petugas ini bekerja demi kebersihan dan kenyamanan kota. Mereka layak mendapatkan perlindungan dan rasa hormat. Pengendara juga punya kepentingan di jalan raya. Tapi tetap keselamatan jadi standar utama,” tambahnya.






