DPRD Balikpapan Gelar Paripurna HUT ke-128, Wali Kota Soroti Pembangunan Berkelanjutan

BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, Sabtu (8/2/2025). Acara yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur Balikpapan ini menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan serta tantangan yang dihadapi kota.

Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al-Qodri, memimpin jalannya sidang didampingi Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, serta Wakil Ketua DPRD. Dalam pidatonya, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pembangunan kota akan terus berorientasi pada keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan daya saing ekonomi.

“Balikpapan telah menempuh perjalanan panjang hingga usianya yang ke-128 tahun. Keberhasilan pembangunan kota ini tidak lepas dari peran serta masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha,” ujar Rahmad.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengusung tema Harmoni Berkelanjutan, peringatan HUT kali ini diharapkan dapat memperkuat keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi.

Strategi Pembangunan dan Fokus Ekonomi
Rahmad Mas’ud memaparkan bahwa arah pembangunan Balikpapan tahun 2025 berlandaskan pada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Fokus utama tahun ini mencakup lima prioritas, diantaranya peningkatan produktivitas ekonomi dan investasi daerah, penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, percepatan transformasi digital dan reformasi birokrasi, penguatan infrastruktur dan konektivitas perkotaan dan pembangunan kota yang inklusif serta berketahanan iklim.

Rahmad juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor jasa, industri, dan perdagangan untuk menjadikan Balikpapan sebagai pusat ekonomi Kalimantan. Dukungan terhadap UMKM, koperasi, serta ekonomi kreatif menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal.

“Kami juga terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan meningkatkan promosi destinasi unggulan Balikpapan,” tambahnya.
Capaian dan Tantangan Balikpapan
Dalam pidatonya, Rahmad memaparkan sejumlah capaian penting kota, terutama di bidang ekonomi dan sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Balikpapan meningkat dari 80,35 pada 2020 menjadi 82,62 pada 2024, dengan pertumbuhan tahunan 0,62 persen.

Sementara di sektor ekonomi, pada triwulan III tahun 2024, perekonomian Balikpapan tumbuh 3,11 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi 18,09 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 47,26 persen, diikuti sektor jasa yang mengalami pertumbuhan 9,82 persen.

Namun, di balik berbagai capaian tersebut, Balikpapan juga menghadapi tantangan besar, mulai dari urbanisasi akibat pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), degradasi lingkungan, hingga ketahanan pangan dan perubahan iklim.

“Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, dan Badan Otorita IKN untuk mengatasi tantangan ini, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar dan pengelolaan lingkungan,” ungkapnya.

Salah satu persoalan mendesak yang disoroti adalah krisis air baku. Saat ini, defisit air baku di Balikpapan telah mencapai 920 liter per detik.
“Kami berharap adanya solusi dari Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam agar permasalahan air ini bisa segera tertangani,” beber Rahmad.

Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Kota
Mengakhiri pidatonya, Wali Kota Balikpapan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun kota.

“Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, saya yakin Balikpapan akan berkembang menjadi kota modern, nyaman, dan memiliki daya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al-Qodri, menegaskan bahwa Balikpapan selama ini telah meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional dan internasional.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Penghargaan-penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk terus berbenah dan membawa Balikpapan ke tingkat yang lebih baik lagi,” tegasnya.

Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-128 ini dapat menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun Balikpapan yang lebih maju dan sejahtera.
“Semoga tema ‘Harmoni Berkelanjutan’ dapat mendorong semangat kebersamaan dalam membangun kota tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *