BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau akses jalan penghubung Perumahan Wika dan Balikpapan Baru, Senin (17/2). Namun, kedatangan mereka mendapat reaksi keras dari sebagian warga yang tidak setuju dengan langkah yang diambil dewan.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, memimpin langsung kunjungan tersebut didampingi Wakil Ketua Komisi III Halili Adinegara dan beberapa anggota lainnya. Tujuan kunjungan ini adalah mencari solusi terbaik terkait akses jalan yang menjadi perdebatan di masyarakat.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap sebagian warga yang justru memprotes kehadiran mereka.
“Kami datang dengan niat baik untuk mencari solusi bersama. Namun, respons yang kami terima justru penuh emosi dan caci maki,” ujar Halili dengan nada kecewa.
Ia menegaskan bahwa DPRD hadir untuk mewakili kepentingan warga dan berharap ada komunikasi yang lebih baik dalam penyelesaian masalah ini.
“Kami dipilih oleh rakyat dan bertugas untuk memperjuangkan kepentingan mereka. Jadi mari kita berdiskusi dengan kepala dingin dan mencari jalan keluar bersama,” tambahnya.
Meski dihadapkan dengan respons kurang menyenangkan, DPRD tetap berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pihak RT setempat terkait perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) serta pengecekan kondisi jalan.
Asisten I Tata Pemerintahan Setkot Balikpapan, Zulkifli, yang turut hadir dalam kunjungan ini, menekankan bahwa pemerintah kota serius dalam menangani permasalahan ini.
“Kami memahami kekhawatiran warga, terutama terkait keamanan pada malam hari. Oleh karena itu, kami sepakat untuk membuka akses jalan selama 24 jam dengan sistem buka tutup mulai pukul 22.00 untuk menjaga keamanan,” jelas Zulkifli.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun ada pengaturan buka tutup, jalan tersebut tetap harus bisa diakses oleh masyarakat karena berstatus sebagai jalan umum. Pemerintah kota akan terus mengevaluasi kebijakan ini agar tidak merugikan pihak mana pun.
Sementara itu, Ketua RT 15 Perumahan Wika Tamansari Bukit Mutiara, Slamet Imam Santoso, mengakui bahwa terjadi miskomunikasi antara warga dan DPRD yang menyebabkan ketegangan dalam pertemuan tersebut.
“Kami mohon maaf jika ada warga yang menyampaikan aspirasinya dengan cara yang kurang tepat. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa komunikasi yang baik sangat penting,” ujar Slamet.
Ia menambahkan bahwa mayoritas warga sebenarnya mendukung langkah yang diambil DPRD dan pemerintah kota demi kemajuan Balikpapan.
“Kami percaya bahwa pemerintah akan mengambil keputusan terbaik untuk mengelola fasilitas umum di wilayah kami,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi awal dari upaya bersama DPRD, pemerintah kota, dan warga dalam mencari solusi terbaik bagi permasalahan akses jalan di kawasan tersebut.






