BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Kota Balikpapan menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah kota. Anggota Komisi II, Doris Eko, menegaskan bahwa idealnya setiap kelurahan di Balikpapan memiliki satuan pendidikan yang lengkap mulai dari PAUD, SD hingga SMP, sedangkan jenjang SMA menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menurut Doris, pemerataan fasilitas pendidikan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh anak di Balikpapan memperoleh kesempatan belajar yang sama, tanpa harus menempuh jarak jauh menuju sekolah.“Kalau bisa, di setiap kelurahan sudah ada PAUD, SD, dan SMP. Dengan begitu, anak-anak kita tidak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk sekolah,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Rabu (29/10/2025).
Doris menjelaskan, ketersediaan fasilitas pendidikan juga berkaitan erat dengan pemerataan penduduk dan pembangunan wilayah. Beberapa kawasan, khususnya Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara, hingga kini masih mengalami keterbatasan sarana pendidikan dasar.“Masih ada anak-anak yang harus menyeberang ke kelurahan lain untuk sekolah. Ini jadi perhatian kami di Komisi II agar pemerintah kota segera menambah unit sekolah baru sesuai kebutuhan wilayah,” jelasnya.
Selain sekolah negeri, Doris juga menilai peran sekolah swasta di Balikpapan cukup signifikan dalam mendukung pemerataan pendidikan. Pemerintah, kata dia, turut memberikan subsidi operasional dan peningkatan fasilitas bagi sekolah swasta agar biaya pendidikan tetap terjangkau.“Kami apresiasi sekolah-sekolah swasta yang ikut membantu menampung peserta didik. Pemerintah juga sudah memberikan subsidi agar masyarakat bisa menjangkau biaya pendidikan di sekolah swasta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Doris mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan untuk terus melakukan pemetaan kebutuhan sekolah di setiap kelurahan. Data yang akurat, menurutnya, sangat penting agar pembangunan unit sekolah baru bisa dilakukan secara tepat sasaran.“Jangan sampai ada wilayah yang kelebihan sekolah, sementara wilayah lain kekurangan. Pemerataan ini kuncinya di data dan perencanaan yang matang,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Doris mengajak seluruh pihak — mulai dari pemerintah, DPRD, hingga masyarakat dan sektor swasta — untuk bersinergi membangun dunia pendidikan di Balikpapan.“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau kita ingin Balikpapan menjadi kota modern dan mandiri, kuncinya ada di pendidikan yang merata dan berkualitas,” pungkasnya.






