Dukung Program MBG, Disdag Balikpapan Dorong Pelaku Usaha Lokal Perkuat Kemitraan dengan Distributor Pangan

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mendorong pelaku usaha lokal, khususnya yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk memperkuat kemitraan dengan para distributor pangan. Langkah ini penting untuk memastikan kebutuhan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat terpenuhi secara lancar dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemerintah menyediakan anggaran, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem distribusi pangan di tingkat lokal. Karena itu, kolaborasi antarpelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas suplai.

“Kita harapkan para pelaku usaha, khususnya SPPG, dapat bermitra dengan distributor. Dengan begitu kegiatan MBG bisa lebih terbantu dan terealisasi,” ujar Haemusri saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, Rabu (19/11/2025).

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah telur ayam, yang merupakan menu rutin untuk peserta MBG. Dengan estimasi kebutuhan sekitar 3.000 butir per hari bagi 3.000 siswa, Haemusri menilai pelaku usaha lokal perlu diberdayakan secara optimal.

“Kita punya pelaku usaha telur di Km 22. Kalau bisa dioptimalkan, lakukan kerja sama dengan mereka agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan luar. Begitu juga dengan komoditas sayur dan beras,” tegasnya.

Haemusri menambahkan bahwa pihaknya juga akan menjalin komunikasi dengan distributor besar untuk mendorong peningkatan pasokan. Namun peningkatan produksi tersebut harus diiringi kepastian penyerapan dari para pelaku SPPG agar rantai distribusi tetap sehat dan tidak menimbulkan kerugian.

“Distributor bisa produksi lebih banyak, tapi harus ada jaminan bahwa telur yang disiapkan itu diserap oleh SPPG,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menerangkan bahwa terdapat dua pola distribusi bahan pangan di Balikpapan: melalui pasar rakyat dan melalui distributor yang menyalurkan produk ke ritel. Dalam konteks kebutuhan MBG yang memerlukan kepastian suplai harian, pola kemitraan dengan distributor dinilai lebih efektif.

“Saran saya, lebih bagus bekerja sama dengan distributor, khususnya distributor pangan, untuk menjamin ketersediaan pasokan,” tuturnya.

Dengan memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha lokal dan distributor, Pemkot Balikpapan berharap ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap. Upaya ini sekaligus menjadi strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan agar program MBG dapat berjalan konsisten dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *