Edukasi dan Kesadaran Warga Jadi Kunci Cegah Kebakaran di Balikpapan

BALIKPAPAN – Cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir membuat risiko kebakaran di Kota Balikpapan meningkat. Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat sebagai langkah utama dalam upaya pencegahan dini.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mengingatkan bahwa perubahan suhu ekstrem antara panas terik dan hujan deras membuat lingkungan, terutama kawasan padat penduduk, semakin rentan terhadap potensi kebakaran.

“Cuaca sekarang sulit diprediksi. Kadang panas, kadang hujan deras. Maka dari itu, kewaspadaan jangan sampai kendor, apalagi di wilayah rawan kebakaran seperti kawasan permukiman padat,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Yusri menuturkan, sebagian besar insiden kebakaran disebabkan oleh kelalaian kecil masyarakat. Misalnya, penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai standar, overloading stopkontak, atau lupa mencabut peralatan elektronik ketika rumah ditinggal. Padahal, hal-hal sederhana seperti itu bisa menjadi langkah efektif untuk mencegah kebakaran.

“Banyak kejadian bermula dari hal sepele. Jadi pastikan instalasi listrik aman dan selalu cabut alat elektronik ketika tidak digunakan atau saat bepergian,” tegasnya.

Selain itu, Yusri juga mendorong pengurus RT dan tokoh masyarakat untuk aktif melakukan sosialisasi langsung kepada warga. Menurutnya, pendekatan personal di lingkungan tempat tinggal akan lebih efektif menumbuhkan budaya siaga kebakaran di masyarakat.

“Kalau RT bisa rutin mengingatkan warganya, misalnya lewat pertemuan bulanan atau grup pesan singkat, itu sangat membantu. Tapi yang terpenting tetap kesadaran bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga,” jelasnya.

Ia menilai, pencegahan kebakaran harus menjadi tanggung jawab kolektif antara warga, RT, dan pemerintah kota. Edukasi berkelanjutan, kesiapsiagaan, dan saling peduli antarwarga menjadi fondasi penting untuk menekan potensi kebakaran, terutama di musim cuaca ekstrem.

“Pemerintah memang memiliki peran dalam menyediakan fasilitas dan penanganan cepat. Tapi jika kesadaran warga tinggi, maka risiko kebakaran bisa ditekan jauh lebih efektif,” tambahnya.

Yusri berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya disertai perubahan cuaca ekstrem dan aktivitas rumah tangga yang meningkat.

“Semoga masyarakat semakin peduli dan lingkungan kita tetap aman dari musibah kebakaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *