BALIKPAPAN, kaltimonline.com – Pemerintah Kota Balikpapan akan meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan anak jalanan hingga ke tingkat kecamatan.
Tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan yang biasa ramai anak jalanan, namun pengawasan anjal juga akan diarahkan ke titik-titik keramaian yang ada di tiap kecamatan.
Kabid Linmas (Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat) Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Balikpapan, Rizky Farnovan menjelaskan, untuk pengamanan anak jalanan pengamen dan sejenisnya, yang memang dalam akhir-akhir ini kembali marak, dari Satpol PP kota Balikpapan akan melakukan pengaturan kembali terhadap regu yang ada di sejumlah wilayah kota Balikpapan.
Kalau sebelumnya regu yang siap itu dari siang sampai sore hari, dan malam itu hanya dijaga oleh tim URC (Unit Reaksi Cepat) yang terdiri hanya satu regu yang berjumlah sekitar 10 orang, kedepannya akan diatur untuk pengamanan selama 24 jam.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat secara teknis di internal Satpol PP, terkait pengaturan personil tersebut.
Kemudian untuk melakukan deteksi dini terkait informasi di lapangan, pihaknya juga akan melibatkan Satuan Tugas Linmas yang ada di kelurahan dan kecamatan, yang baru saja direkrut yang jumlahnya sekitar 60 orang.
“Mereka nanti akan bergabung dengan regu satpol pol PP di wilayah masing-masing. Jumlah tersebut menambah jumlah personil di tiap kecamatan yang saat ini hanya 11 orang menjadi 21 orang,” ujarnya ketika diwawancarai wartawan di Balai Kota Balikpapan, Rabu (7/2/2024).
Program ini diharapkan bisa lebih efektif dalam menekan dan pengamanan khususnya di wilayah kota Balikpapan.
Sehingga di setiap Kecamatan yang memiliki titik-titik keramaian itu bisa terjaga, contohnya di Kecamatan Balikpapan timur di kawasan jembatan Manggar, di Balikpapan Selatan itu di taman 3 generasi dan di Balikpapan Barat di lapangan voli dan kawasan Pasar Kebun Sayur. (adv)






