BALIKPAPAN— Minimnya jumlah sekolah di kawasan Balikpapan Timur, khususnya di Kelurahan Manggar, menjadi perhatian serius Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. Ia mendorong agar pihak swasta turut berperan dalam pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan di Hotel Grand Senyiur, Senin (27/10/2025), Gasali menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Kalau bisa, investor pendidikan swasta juga ikut masuk ke Balikpapan Timur. Lahan di sana masih luas dan potensinya besar,” ujarnya.
Menurut Gasali, jumlah sekolah di wilayah Manggar masih jauh dari cukup. Dari sekitar 100 RT dengan lebih dari 53 ribu penduduk, hanya terdapat lima sekolah dasar negeri, ditambah satu sekolah baru yang sedang dibangun, yaitu SDN 022 Balikpapan Timur.
“Masih sangat kurang. Pembangunan SD 022 ini saja sudah menunjukkan betapa besar kebutuhan sekolah baru,” jelasnya.
Gasali menjelaskan, pembangunan SDN 022 Balikpapan Timur saat ini baru mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. Selama proses pembangunan, sebagian siswa masih dititipkan di sekolah lain.
Ia menilai, kehadiran sekolah baru—baik negeri maupun swasta—akan sangat membantu masyarakat di kawasan timur kota yang terus berkembang pesat.
“Kita harap ke depan, pemerintah bersama pihak swasta bisa memperluas pembangunan sekolah agar anak-anak di Balikpapan Timur mendapat akses pendidikan yang lebih mudah dan layak,” pungkasnya.






